Kebakaran Panti Asuhan di Haiti Tewaskan 15 Anak

Panti Asuhan Haiti
(Foto Ilustrasi : ANTARA)

Berita Baru, Internasional – Kebakaran yang menimpa Panti Asuhan di Haiti Amerika Serika (AS) menewaskan sedikitnya 15 anak. Kejadian tersebut memicu kontroversi baru terkait bertambahnya panti asukan illegal di negara Haiti tersebut.

Dalam kejadian tersebut 2 anak meninggal secara langsung di dalam kobaran api yang membakar Panti Asuhan Church of Bible Understanding yang dikelola kelompok nirlaba Kristen AS.

Sementara 13 anak lainnya meninggal di rumah sakit setelah mengalami sesak napas yang parah, seperti dilansir dari ANTARA.

Untuk yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui secara pasti.

Direktur Lembaga Kesejahteraan Sosial, Arielle Jeanty Villedrouin mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kejadia yang tragis, serta menurutnya yang menjadi prioritas saat ini adalah mencari tempat tinggal baru bagi anak-anak yang selamat.

“Kami akan menempatkan mereka di pusat transit sementara sambil kami memeriksa soal keluarga mereka dan meliat apakah kami dapat mempersatukan mereka dengan orang tuanya,” ungkapnya.

Dari 30.000 anak-anak yang ada di panti asuhan Haiti empat dari lima anak tersebut masih memiliki orang tua yang masih hidup. Mereka menyerahkan anak-anak tersebut kepada panti asuhan lantaran terlalu miskin untuk merawat mereka.

Berita Terkait :  Bank Sentral India Akan Pangkas Suku Bunga

Menurut keterangan pemerintah, hampir 60 persen dari populasi 11,2 juta bertahan hidup dengan jumlah pendapatan kurang dari 2,40 dolar AS per hari.

Diberitakan bahwa panti asuhan yang menampung sekitar 60 anak tersebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah untuk beropreasi. Dan hanya ada 35 dari 754 panti asukan di Haiti yang diberi wewenang secara resmi, dan 100 lainnya masih dalam proses mendapatkan izin.

Sementara itu, Pemrintah telah menutup sekitar 160 lembaga selama lima tahun terakhir dan pemerintah juga telah melarang untuk membuka panti asuhan.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan