Karena COVID-19, Rokat Tase’ di Pasongsongan Ditiadakan

-

Berita Baru, Sumenep — Petik Laut atau yang lebih dikenal dengan sebutan Rokat Tase’ di Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, pada tahun ini akan ditiadakan. Hal itu disebabkan karena adanya pandemi COVID-19 yang masih belum mereda.

Rokat Tase’ merupakan tradisi yang digelar dan dimaksudkan untuk mengungkap rasa syukur masyarakat nelayan Madura. Biasanya, berlangsung sebelum musim pucuk (pocokan) ikan tiba.

Akan tetapi, Rokat Tase’ di Pelabuhan Pasongsongan tahun 2020 ini akan ditiadakan. Dan sebagai gantinya, Ketua Paguyuban Nelayan Pasongsongan, H. Moh. Bakrie, bekerjasama dengan UPT. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pasongsongan mengadakan khatmil quran, Rabu (30/6).

Alimurrahman, yang merupakan sekretaris dari acara tersebut menjelaskan, mengingat situasi tidak memungkinkan, maka panitia Rokat Tase’ Nelayan Pasongsongan memilih untuk mengadakan khatmil quran saja.

Berita Terkait :  Dinsos Gresik Imbau Penerima Bansos Jaga 4 M Saat Pengambilan Bantuan

“Karena intruksi dari Pemerintah Kabupaten terkait protol kesehatan agar tidak mengadakan acara yang melibatkan massa, maka kami mengambil inisiatif untuk mengadakan khatmil quran saja,” terang Alimurrahman, panitia Rokat Tase’ kepada Beritabaru, (30/6).

Berita Terkait :  Sumenep akan Terapkan Pembatasan Sosial dari Kota hingga ke Desa
Para peserta Khatmil Quran. Foto: Istimewa

“Itu sudah kesepakatan di dalam rapat panitia, karena biasanya dalam acara Rokat itu kan ada hiburan, seperti ludruk, tari topeng, sapi sono’, pengajian akbar dan istighasah, yang semuanya bersifat keramaian. Jadi untuk tahun 2020, hanya sederhana saja, yang penting tradisi bersyukur masyarakat nelayan tetap dilaksanakan untuk menyongsong musim panen ikan,” imbuhnya.

Akan tetapi, lajut Alimurrahman, meski Rokat Tase’ dilaksanakan dengan cara sederhana, larung sesaji yang diringi doa untuk keselamatan nelayan tetap dilaksanakan. Sebab itu merupakan inti daripada Rokat Tase’ yang sesungguhnya.

Berita Terkait :  Pasca Gempa, Mensos Minta Bupati Lumajang Pastikan Keamanan Warga

“Di akhir acara ini, sesudah khtamil quran selesai, larung sesaji akan digelar. Kami akan melepas kapal arung laut (kapal kecil yang dibuat untuk memuat sesajen) yang diberi nama Karang Kasor sebagaimana acara puncak gelaran Rokat Tase’ tiap tahunnya” tutur Alimurrahman.

Berita Terkait :  Muda-Mudi Pasongsongan Bagikan Sembako untuk Warga Miskin

Dengan diadakannya khatmil quran ini, masyarakat nelayan Pasongsongan berharap agar diberikan keselamatan, dimurahkan rejekinya dan dijauhkan dari berbagai macam penyakit, terutama virus COVID-19.

Berikut dokumentasi dari khatmil quran oleh Paguyuban Masyarakat Nelayan Pasongsongan, Sumenep:

Beberapa nelayan Pasongsongan dan Karyawan di UPT PPP Pasongsongan yang terlibat dalam acara khtamil quran. Foto: Istimewa.
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law, Massa Buruh di Gresik Padati Halaman Pemkab

TERBARU

Facebook Comments