Kapal Tangker Kedua Iran Telah Sampai di Venezuela

Venezuela

Berita Baru, Internasional – Kapal tanker kedua ‘Forest’ milik Iran telah memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Venezuela, pada Minggu (24/05) waktu setempat. Kedatangan kapal langsung disambut barisan angkatan laut negera Amerika Selatan tersebut.

Dikutip dari Mahr News, kapal tanker itu sampai dengan selamat menyusul kapal pertama ‘Fortune’ yang datang lebih dulu pada hari Sabtu (23/05).

Dilaporkan Sputnik, kapal total mengirimkan 1,53 juta barel bensin. Sementara, seminggu sebelumnya, Iran telah melepas lima kapal tangkernya ke Venezuela; dua telah sampai dan tiga diantaranya dilaporkan segera menyusul.

Kabar kedatangan kapal tanker cukup melegakan. Pasalnya, bantuan tersebut dikirim tepat saat Amerika Serikat (AS) telah bersitegang dengan Venezuela dan Iran. AS bahkan telah menjatatuhkan berbagai sanksi kepada keduanya.

Meski mendapat tekanan AS dan ancaman sabotase, Iran tetap berkomitmen mengirim bantuan bensin ke Venezuela. Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Venezuela untuk keluar dari krisis.

Dalam percakapan telepon dengan Emir Qatar pada hari Sabtu, Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahwa Republik Islam akan menanggapi segala kemungkinan agresi AS terhadap tanker minyak Iran di Laut Karia atau titik lain di dunia.

Berita Terkait :  SpaceX Akan Meluncurkan Misi Berawak Pertama ke ISS

Sebelumnya, pada 20 Mei, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan bahwa setiap pelecehan tanker Iran dari AS akan disikapi dengan tegas.

“Setiap gangguan bagi kapal tanker bertentangan dengan peraturan dan keamanan internasional,” kata Hatami pada hari Rabu menanggapi ancaman pejabat AS yang melecehkan kapal tanker Iran ke Venezuela.

“Baik organisasi internasional dan negara-negara yang peka terhadap peraturan dan keamanan air harus bereaksi terhadap masalah ini,” tambahnya.

Selain bensin, Iran baru-baru ini juga menerbangkan pengiriman bahan kimia penting yang diperlukan untuk membantu memulai kilang minyak Venezuela dan memproduksi bensin sendiri.

Krisis Venezuela

Venezuela sebenarnya adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Tetapi negara tersebut mengimpor bensin karena produksi minyak dalam negeri telah jatuh selama dua dekade terakhir.

Akibatnya, sektor ekonomi lumpuh dan orang-orang harus mengantri selama berhari-hari untuk mendapatkan bensin. Harga bensin di sana tembus 1 sen per liter dengan subsidi negara, sementara upah minimum bulanan tidak kurang dari USD 5.

Berita Terkait :  Venezuela Sebut AS Ancaman Terbesar bagi Perdamaian dan Stabilitas Dunia

Krisis yang menyebabkan migrasi besar-besaran tersebut, menurut kritikus desebabkan oleh korupsi dan administrasi sosialis yang diterapkan.

Namun di luar itu, Venezuela juga tengah menghadapi sanksi yang berat dari AS. Terbaru, pada Agustus 2019, semua aset Venezuela di AS dibebukan dan mereka dilarang melakukan transaksi perdagangan.

Dikutip dari BBC, sanksi diberikan untuk mengisolasi Caracas dari dukungan para mitra, seperti China, Rusia dan Iran.

Lebih jauh, AS bahkan terus menekan pemerintahan Nicolás Maduro. AS menggap pemerintahan Maduro tidak sah karena telah melakukan kecurangan dalam pemilihan 2018, laporan Times.

Trump secara aktif juga ikut dalam upaya menggulingkan pemerintahan Maduro melalui kudeta militer bayaran. Bahkan Trump menawarka USD 15 juta untuk menangkap Maduro setelah pengadilan AS menetapkan Maduro sebagai pengedar narkoba. [Ad]

- Advertisement -

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan