Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kang Dedi Marah Atas Peralihan Hutan Bambu di Purwakarta

Kang Dedi Marah Atas Peralihan Hutan Bambu di Purwakarta

Berita Baru, Jakarta – Anggota DPR RI Dedi Mulyadi, marah besar setelah menerima kabar penebangan pohon-pohon bambu di kawasan hutan bambu wilayah Desa Kutamanah, Kecamatan Sukari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dedi Mulyadi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR itu menuturkan bahwa apabila hutan bambu sampai dibabat habis di kawasan tersebut, akan mengakibatkan dampak terjadinya longsor.

“Karena tidak ada lagi akar pohon bambu yang menahan tanah dan bebatuan di perbukitan,” kata politisi Golkar yang akrab disapa kang Dedi, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (11/8).

Mantan Bupati Purwakarta itu mengaku sejumlah petani penggarap mengadu bahwa kawasan hutan bambu di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukari, Purwakarta ditebangi pihak perusahaan dan akan diganti dengan kebun pisang.

Kang Dedi marah besar atas kabar peralihan fungsi hutan bambu jadi kebun pisang, karena jika itu terjadi dampak buruknya tidak ada lagi akar pohon bambu yang menahan tanah dan bebatuan di perbukitan.

“Dampak selanjutnya, bila terjadi longsoran material, baik tanah maupun bebatuan dari bukit, itu masuk ke Waduk Jatiluhur, dampak terburuknya bisa menjebol Bendungan Jatiluhur,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, pohon bambu memiliki manfaat yang luar biasa dalam mempertahankan air di dalam tanah dan mengikat partikel-partikel tanah.

Pohon bambu mempunyai peran dalam mengatasi potensi longsor dan banjir, khususnya lahan-lahan dengan topografi berkelerengan.

Jika itu terjadi, lanjut Kang Dedi, maka bisa dipastikan wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Jakarta akan tersapu banjir dari Waduk Jatiluhur.

“Kerugiannya sudah jelas sangat besar jika pohon bambu di kawasan hutan bambu itu dibabat,” kata Dedi.

Ia juga mengatakan, para petani penggarap mengadu bahwa pohon bambunya ditebangi perusahaan pemegang hak izin kehutanan sosial.

Selain menghilangkan garapan para petani, jika alih fungsi hutan bambu menjadi kebun pisang dibiarkan, itu akan berdampak terhadap lingkungan yang pada akhirnya terjadi bencana alam.

Dedi pun memastikan akan memperjuangkan para petani penggarap itu supaya lahannya tidak diganggu oleh perusahaan yang akan mengambil alih dan bertindak di luar ketentuan hukum.