Kamp Pengungsian Moria di Yunani Terbakar, Puluhan Ribu Migran Kehilangan Suaka

(Foto: AFP)

Berita Baru, Internasional – Sekitar 12.000 migran kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran besar yang melahap kamp-kamp pengungsian Moria, di Pulau Lesbos, Yunani, pada Rabu (9/9) dini hari waktu setempat.

Seperti dilansir dari Sputnik News, Kamis (10/9), sebuah laporan menyebut sekitar 35 penghuni kamp kumuh tersebut telah didiagnosis COVID-19.

Setelah insiden kebakaran yang menghanguskan kamp Moria, ribuan migran kembali hidup di jalanan karena tak memiliki tempat tinggal. Sementara penyebab terjadinya kobaran api masih dalam penyelidikan. Media lokal menduga, api muncul disebabkan aktifitas pembakaran.d

Ini bukan pertama kalinya kamp ilahap oleh kebakaran besar. Pada bulan Maret, insiden serupa juga dilaporkan telah terjadi.

Yunani telah berjuang untuk menangani masuknya migran dan pengungsi dari Turki, yang mengakibatkan kamp-kamp penuh sesak sehingga sangat berpotensi terjadi bahaya kebakaran. Awal tahun ini, Ankara mengumumkan bahwa mereka tidak dapat membendung arus migran dan pengungsi yang berasal dari ketegangan baru di provinsi Idlib Suriah. Oleh karenanya, pihak berwenang membuka perbatasannya dengan UE bagi mereka yang ingin menyeberang.

Berita Terkait :  NATO Sebut Turki dan Yunani Siap untuk ‘Pembicaraan Teknis’ Konflik Mediterania

Tak lama kemudian, perbatasan Turki dengan Yunani dan Bulgaria dibanjiri ribuan migran. Pada bulan Maret, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negara itu tidak akan menutup perbatasannya dengan UE untuk para migran sampai blok tersebut memenuhi janjinya dalam memberikan bantuan kepada Ankara untuk menangani arus pencari suaka dari Timur Tengah dan Afrika.

Di bawah perjanjian Turki-UE 2016, Ankara berjanji untuk menahan masuknya migran ke blok itu, sementara Brussel berjanji untuk menyediakan dana untuk membantu Turki merawat para pengungsi.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan