Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kamboja Rayakan Kembalinya Ratusan Artefak yang Dicuri dari Luar Negeri

Kamboja Rayakan Kembalinya Ratusan Artefak yang Dicuri dari Luar Negeri



Berita Baru, Internasional – Kamboja merayakan kembalinya ratusan artefak Khmer dan perhiasan kuno yang Dicuri dari negara Asia Tenggara tersebut dan diekspor ke luar negeri.

Berbicara dalam acara yang digelar di Istana Perdamaian (Peace Palace) di Phnom Penh, Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen mengatakan artefak yang dikembalikan itu dicuri dari berbagai kuil dan diekspor secara ilegal ke negara lain selama tahun 1970-an ketika negara itu didera perang saudara.

“Saya ingin meminta museum, institusi, dan kolektor barang antik yang memiliki artefak Khmer untuk mengembalikan benda-benda kuno itu ke Kamboja secara sukarela,” ujar Hun Sen, Jumat (17/3/23),  sebagaimana dilansir dari Xinhua News.

“Pengembalian artefak Khmer Anda ke Kamboja, pemilik yang sah, akan sangat dihargai, dan itu juga berkontribusi dalam mempromosikan budaya suatu bangsa.”

Menteri Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja Phoeurng Sackona baru-baru ini mengatakan bahwa 77 buah perhiasan kuno Khmer curian, yang diserahkan oleh keluarga mendiang kolektor barang antik Douglas Latchford, telah dikembalikan ke Kamboja dari Inggris.

Selain itu, banyak harta karun budaya penting Khmer yang dimiliki museum dan kolektor pribadi telah dikembalikan ke Kamboja dari Amerika Serikat dan Inggris, ungkapnya.

Kamboja Rayakan Kembalinya Ratusan Artefak yang Dicuri dari Luar Negeri
Doc. Xinhua

“Di antara harta karun budaya Khmer yang dikembalikan, terdapat beberapa patung penting Hindu dan Buddha, serta perhiasan kuno dari periode pra-Angkor dan Angkor,” papar Sackona.

Menurutnya, patung-patung batu besar yang dikembalikan meliputi beberapa patung dari Koh Ker, sebuah ibu kota kuno yang menjadi sasaran pencurian besar-besaran selama bertahun-tahun saat perang sipil Kamboja.