Kalah Saing dengan Netflix dan Streming Film Ilegal, Hooq Bangkrut

(Foto: Netralnews)

Berita Baru, Internasional – Layanan video streaming yang cukup ternama, Hooq Digital akan segera gulung tikar. Alasannya, bisnis tak dapat bertumbuh untuk menutupi biaya operasional. Pasalnya, para kreditor sudah mengajukan permohonan likuidasi sukarela kepada pengadilan Singapura.

Dilansir dari CNBC, Senin (30/3), Hooq didirikan pada 2015 oleh Singtel, Sony Pictures Television, Warner Bros Entertaiment. Singtel adalah pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 76,5%. Hooq masuk ke Indonesia dengan bekerja sama dengan Telkomsel.

Rapat umum pemegang saham dan kreditor akan dilaksanakan pada 13 April 2020. Hooq juga telah menunjuk tim likuidator untuk menjalankan operasional perusahaan sementara.

Hal ini dilansir The Straits Times, Senin (30/3/2020).

“Sejak perusahaan ini berdiri, lima tahun lalu, terjadi perubahan struktural siginifikan di pasar video over-the-top (OTT) dan lanskap kompetisinya,” ujar Hooq dalam pernyataan resminya.

Manajemen Hooq menyediakan tambahkan konten film dan televisi OTT melalui koneksi internet berkecepatan tinggi daripada lewat layanan kabel atau satelit.

“Biaya konten tetap tinggi, dan kemauan konsumen pasar berkembang untuk membayar telah meningkat secara bertahap di tengah serangkaian pilihan yang semakin meningkat. Sebagai hasil dari perubahan ini, model bisnis yang layak untuk platform distribusi OTT independen menjadi semakin ditantang,” ujar manajemen.

Berita Terkait :  India Bekukan Tiga Proyek China Senilai $ 667 Juta

Untuk memberikan konten, pengguna internet kecepatan tinggi memang lebih murah ketimbang satelit. Model bisnis ini dijalankan oleh Netflix, Hulu, dan Disney Plus. Selain itu banyak streaming film bajakan juga mengandalkan internet kecepatan tinggi.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan