Kader PMII Dilecehkan, PB Kopri Desak Dishub Semarang Bertanggung Jawab

Kopri
Ketua Bidang Hukum dan Kebijkan Publik Kopri PB PMII, Aida Mardatillah.

Berita Baru, Jakarta – Peristiwa pelecehan seksual yang dialami oleh kader Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) saat berkunjung ke Semarang, membuat keluarga besar PMII geram. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Kopri PB PMII, Septi Rahmawati kepada Beritabaru.co, di Jakarta, Jumat (07/02).

“Kopri PB PMII tak akan membiarkan kadernya dilecehkan oleh siapapun. Sekecil apapun bentuk pelecehan tersebut, akan kami kawal. Kami mengecam perbuatan tersebut,” ungkapnya.

Septi mengatakan korban kekerasan dan pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada kader Kopri untuk mawas diri dan tidak takut menghadapi kejahatan seksual.

“Jangan pernah merasa sendiri dan takut untuk melaporkannya. Kopri PB PMII bersama kamu yang dilecehkan,” tegasnya.

Adapun Ketua Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Kopri PB PMII, Aida Mardatillah mengatakan pelcehan yang dialami oleh RFS harus mendapat perhatian. Katanya, pelecehan terhadap perempuan seringkali terjadi karena pemangku kebijakan tidak sensitif terhadap kasus pelecehan sekseual.

“Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah harus memberi perhatian. Kasus semacam ini terus terulang karena pemangku kebijakan abai,” terang Aida.

Secara khusus Aida meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Semarang melakukan tindakan. Ia meminta dilakukan pengusutan dan lebih selektif memberikan ijin serta aktif melakukan kontrol terhadap supir angkot.

“Pelecehan seksual yang terjadi di angkutan umum, disebabkan karena belum adanya prosedur yang memadai dalam menjamin keselamatan penumpang. Seharusnya, perlu ada penyeleksian, seperti tes kepribadian dan kejiwaan, guna meminimalisir potensi kejahatan,” lanjutnya.

Berita Terkait :  KOPRI PB PMII: RUU PKS Tidak Bertentangan dengan Agama dan Pancasila

Menurut Aida, perlu juga dilakukan pendataan, supir angkutan umum. Sehingga, jika terjadi pelecehan seksual atau kejahatan lain, dapat segera terditeksi.

“Karena biasanya, korban tidak akan sempat untuk memfoto pelaku hingga menghafalkan plat nomor mobil,” ujarnya.
 
Kopri PB PMII meminta kepada Walikota Semarang, Hendrar Prihadi agar menginstruksikan Dishub menyelesaikan masalah oknum supir angkutan umum yang melakukan pelecehan seksual.

Untuk diketahui, kader Kopri PMII berinisial RFS mengalami pelecehan saat hendak menuju Pedurungan dari terminal Mangkang Semarang. Ia mendapatkan perlakuan tak terpuji dari oknum sopir angkot yang dikendarainya.

Berikut Beritabaru.co lampirkan pengakuan korban dari screenshoot postingan media sosial:

Tinggalkan Balasan