Berita

 Network

 Partner

Johnny Depp Kritik Kebiasaan “Cancel Culture”, Apa Itu?

Johnny Depp Kritik Kebiasaan “Cancel Culture”, Apa Itu?

Berita Baru, Entertainment – Ketika tampil di Festival Film San Sebastian, aktor Johnny Depp mengkritik kebiasan “cancel culture” yang ada di masyarakat. Apa itu “cancel culture”? Yuk, kita cari tahu terlebih dahulu.

Mengenal “cancel culture”

Belum ada makna yang definitif dari istilah “cancel culture.” Namun dilansir dari VOA Indonesia, kata ini mulai populer dipakai sejak gerakan #MeToo tahun 2017. Dalam konteks tersebut, frasa “cancel culture” dapat diartikan sebagai tindakan boikot dengan menghentikan dukungan kepada orang yang sudah mengeluarkan komentar atau melakukan tindakan yang tidak pantas. Itulah kenapa disebut ‘cancel’ atau ‘menghentikan.’

Johnny Depp Kritik Kebiasaan “Cancel Culture”, Apa Itu?

Contoh yang mungkin mudah diingat adalah ketika penulis Harry Potter, JK Rowling, di-cancel karena mengeluarkan komentar yang dianggap mengarah pada transfobia, atau ketika pembawa acara Ellen Degeneres di-­cancel setelah muncul kabar bahwa ia sosok yang rasis dan tidak menyenangkan di balik layar televisi.

Berita Terkait :  Bertahan di Rumah: 70 Seniman Indonesia Baca Puisi Tentang Pandemi

Ketika seseorang di­-cancel, maka ia akan dikeluarkan dari lingkaran sosial maupun profesional. “Cancel culture” juga terjadi di Indonesia, fenomenanya bisa diamati dari media sosial.

Johnny Depp alami “cancel culture”

Sejak masalahnya dengan Amber Heard, mantan istri Depp, mencuat ke publik, karir pemeran Jack Sparrow ini menurun drastis. Aktor serba bisa yang muncul dalam berbagai wajah dan peran ini sempat menjadi “orang buangan” ketika dituduh melecehkan Amberd secara fisik dan verbal pada 2016 lalu.

Kemudian terdengar kabar, bahwa Amber-lah yang menyakiti Depp hingga mentalnya terpuruk. Akibat skandal tersebut, karirnya tersendat, film-filmnya tak lagi sukses. Bahkan, Depp gagal tampil kembali di film franchise “Fantastic Beasts” produksi Warner Bros dengan karakternya sebagai Grindelwald.

Berita Terkait :  Netflix Umumkan Jadwal Film Terbaru dari Kabaneri of Iron Fortress

Kritik atas “cancel culture

Johnny memanfaatkan undangan dari Festival Film San Sebastian untuk mengungkapkan kritik terhadap budaya “cancel culture” yang ia alami. Aktor kelahiran 9 Juni 1963 tersebut mengatakan pada wartawan bahwa tak ada yang selamat dari “cancel culture.”

“Ini dapat dilihat sebagai peristiwa dalam sejarah yang berlangsung selama apa pun itu berlangsung, ‘cancel culture’ ini, terburu-buru untuk menilai berdasarkan sesuatu yang pada dasarnya seperti udara yang tercemar,” kata Depp.

“Ini sangat jauh dari kendali sehingga saya dapat berjanji kepada Anda bahwa tidak ada yang aman. Tidak satupun dari Anda. Tidak ada yang keluar dari pintu itu. Tidak ada yang selamat. Dibutuhkan satu kalimat (saja) dan tidak ada lagi alas, karpet telah ditarik. Bukan hanya saya yang mengalami hal ini, itu terjadi pada banyak orang. Hal semacam ini telah terjadi pada wanita, pria. Sayangnya pada titik tertentu mereka mulai berpikir bahwa itu normal. Ketika (itu) tidak (normal),” lanjutnya.

Berita Terkait :  Game DOTA 2 Diadaptasi menjadi Serial Anime 'DOTA: Dragon’s Blood' oleh Netflix

Johnny Depp hari ini

Ketika Hollywood terlihat memunggunginya, Festival Film San Sebastian baru saja memberikan Donostia Award kepada Johnny Depp. Di sisi lain, Amber tengah menjalani syuting film “Aquaman and the Lost Kingdom”, sementara banyak penggemar mendukung dan percaya pada Depp.

Dalam persidangan yang mereka lalui, Depp beberapa kali mendapatkan kemenangan. Mungkin saja nantinya, sebagaimana dikutip dari Screenrant, Amber Heard akan dituntut atas apa yang ia tulis mengenai kekerasan dalam rumah tangga.

Nampaknya, Johnny Depp akan berjuang hingga akhir untuk menunjukkan kebenaran yang ia miliki. Bagaimana menurutmu?