John Bolton Ungkap Motif Penangkapan CFO Huawei

John Bolton
© REUTERS / Jonathan Drake

Berita Baru, Internasional – Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton menyatakan bahwa kasus penangkapan Kepala Keuangan Huawei Meng Wanzhou di Kanada, bermotif politik dan ia siap bersaksi di hadapan persidangan Kanada.

Bolton mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan media Kanada ‘The Current’ CBC News, Jumat (26/6). Wawancara tersebut merupakan wawancara pertamanya sejak merilis buku fenomenal The Room Where It Happened: A White House Memoir.

Dalam pratinjau buku, CBC News menemukan catatan yang menggambarkan bagaimana Presiden Trump konon ingin ikut campur dalam kasus Meng Wanzhou dengan harapan dapat membantu mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Karena itu, Bolton tegas menyatakan bahwa penangkapan Wanzhou bermotif politik.

Sebelumnya, Wanzhou ditangkap di Bandara Vancouver Kanada pada Desember 2018 atas permintaan Washington.

Menurut Sputnik, Washington mengklaim bahwa Wanzhou melakukan konspirasi untuk menipu bank-bank guna menjaga hubungan ekonomi dengan Iran, yang berarti melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Washington bersikeras bahwa Wanzhou memalsukan informasi kepada bank-bank tentang sifat hubungan Huawei dengan perusahaan mitra demi kepentingan mempertahankan bisnis di Iran.

Berita Terkait :  Huawei Mendapat Pemasok Chip Baru, Produsen Chip Terbesar AS Qualcomm Terancam Digeser

Lalu Gedung Putih menuduh bahwa perusahaan-perusahaan itu pada dasarnya adalah anak perusahaan Huawei dan bukan mitra bisnis.

“Butuh banyak upaya untuk menjelaskan [kepada Trump] bahwa Huawei dan orang-orang yang terlibat dalam Huawei telah melakukan penipuan keuangan dan hal-hal yang sangat serius terkait pelanggaran sanksi AS terhadap Iran,” jelas Bolton, dilansir dari CBC News.

Beijing dengan keras mengutuk penangkapan warganya atas tuduhan politis tersebut.

Tim pembela Wanzhou gagal meyakinkan hakim Kanada bahwa kasus itu harus dibatalkan berdasarkan fakta bahwa penangkapan itu didorong oleh kepentingan politis dan tidak melanggar hukum Kanada.

Selain berusaha menuntut pembebasan Wanzhou, Beijing juga memangkas beberapa impor dari Kanada.

Namun, munculnya memoar Bolton ini seperti berkah bagi pihak pembela Wanzhou. Menurut Politico, pihak pendukung berniat ingin menggunakan buku itu untuk menantang penangkapan Wanzhou atas permintaan AS di pengadilan Kanada.

“Begini, faktanya adalah fakta itu sendiri, dan saya pikir ketika Anda membaca buku itu, sangat jelas apa tujuan penangkapan itu. Itu [tindakan Wanzhou] sama sekali tidak bermotivasi politik [mendukung Iran] dan saya akan sangat senang bersaksi di bawah sumpah yang berlaku di pengadilan Kanada,” ujar Bolton.

Berita Terkait :  Huawei: Sanksi AS Tidak Berpengaruh pada Pengiriman Peralatan 5G ke Inggris

Washington terus berusaha untuk menghentikan publikasi buku memoar dari John Bolton.

Presiden Trump mengolok-olok buku John Bolton sebagai “kompilasi kebohongan dan cerita yang dibuat-buat.” Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang juga merupakan kolega dari John Bolton juga mengolok-olok penerbitan buku tersebut.

Bolton juga mengungkap perincian transaksi Presiden Trump dengan Ukraina di media cetak, dan bukannya bersaksi di persidangan pemakzulan Presiden Trump pada bulan Januari, yang pada akhirnya membuat presiden dibebaskan.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan