Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

JKT Dukung Kustini Danang Sebagai Perjuangan Khitah Nahdlatul Ulama
Foto: Istimewa

JKT Dukung Kustini Danang Sebagai Perjuangan Khitah Nahdlatul Ulama

Berita Baru, Sleman — Dukungan Jaringan Kiai Tahlil (JKT) Sleman pada pasangan bupati dan wakil bupati, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa merupakan pengabdian nilai khittah Nahdlatul Ulama. Hal itu disampaikan Dewan Penasihat JKT, KH. Abdulloh Khadziq Fauzan dalam deklarasi JKT Sleman Barat di Kopi Njongke, Sendangadi, Mlati, Minggu (8/9).

“Kehadiran JKT beberapa minggu ini sudah bisa mewarnai politik di Sleman. Yang mana makna khitah NU secara utuh tidak untuk berpolitik praktis dan NU harus bisa berada diatas semua partai politik. Semoga kita menjadi garda revolusioner untuk mengembalikan kejayaan NU sesuai khitah khususnya di Sleman,” ungkapnya.

“JKT ini adalah wadah untuk menampung semua aspirasi dari jamaah NU. NU jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga bisa ikut berperan membantu pemerintah untuk kemaslahatan umat. Dan untuk Pilkada Kabupaten Sleman 9 Desember mendatang, kita mendukung Kustini-Danang,,” jelasnya.

Sementara, Ketua Jaringan Kiai Tahlil Sleman, Maktuf Salafi menuturkan gerakan kultural NU tersebut sudah berjalan di wilayah Sleman Timur seperti di Ngemplak, Berbah dan Kalasan. Harapannya setelah wilayah JKT Sleman Barat dideklarasikan, bisa bergerak ke jamaah masing-masing untuk mengenalkan dan memenangkan Kustini-Danang.

“Kami sudah turun ke masyarakat dengan konsep sambang jamaah. Kami menjaring seluruh aspirasi jamaah dan ternyata respons yang diberikan sangat bagus. Lebih dari 86 kelompok jamaah yang meminta untuk bertemu langsung dengan Kustini-Danang,” tandasnya.

Sambang jamaah menurut Maktuf Salafi sudah mulai dilakukan dengan lima sampai sepuluh agenda setiap harinya. Dengan massifnya gerakan kultural kiai tahlil dan kiai kampung yang terlibat dalam JKT, diharapkan mampu semakin banyak membawa jamaah NU yang mendukung Kustini-Danang.

Pesan dan semangat yang digaungkan oleh Jaringan Kiai Tahlil juga diterima dengan baik di kalangan kultural Nahdlatul Ulama ditunjukkan dengan hadirnya gerakan aksi silat muslimin Indonesia (Gasmi) Sleman, Paguyuban Pencak Dor Jogja Utara serta Pagar Nusa Sleman dalam deklarasi JKT Sleman Barat.

“Kami sangat berharap muncul atlit-atlit beladiri di Sleman yang bisa bersaing di Nasional. Dan keinginan itu sama dengan visi Kustini-Danang dalam hal pembinaan anak-anak muda,” imbuh Gus Niar selaku Ketua Paguyuban Pencak Dor Jogja Utara.

Sedang Sri Purnomo, melanjutkan, bahwa konsepnya dalam mewujudkan Kabupaten Sleman yang tangguh, cerdas, unggul, sejahtera dan berjiwa gotong-royong, ia meminta kepada kiai dan ulama NU untuk menyampaikan pesan sesarengan mbangun Sleman.

“Kita tidak ingin momentum Pilkada ini malah menjauhkan kita semua. Karena membangun Sleman harus dilakukan tidak hanya oleh pemerintah daerah namun juga dengan masyarakatnya. Untuk Sesuai dengan slogan kami, sesarengan mbangun Sleman untuk Kabupaten Sleman yang lebih maju dan lebih sejahtera,” terangnya.