Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jika Jakarta Makin Sering Diguncang Gempa
Foto: Ilustrasi

Jika Jakarta Makin Sering Diguncang Gempa

Berita Baru, Jakarta – Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, Daryono mengungkap bahwa dalam lima tahun terakhir wilayah Jakarta sudah lima kali diguncang gempa.

Semakin sering Jakarta diguncang gempa, Daryono berpandangan perlu ada asesmen untuk mengecek kesehatan bangunan gedung.

Hal itu dilakukan terutama untuk melihat apakah adanya retakan. Ia menilai langkah tersebut tidak boleh diabaikan untuk keselamatan.

“Jika Jakarta makin sering diguncang gempa maka perlu ada asesmen dari efek “swing” dari bagunan tinggi guna menjaga kesehatan gedung dari microcracks yang mungkin terjadi dan ini tidak boleh diabaikan,” tulis Daryono dalam akun Twitter pribadinya, Sabtu (5/2).

Daryono menyebut, Gempa Banten magnitudo 5,2 (kemarin) adalah gempa kelima yang mengguncang Jakarta dalam lima tahun terakhir.

“Yaitu, 23 Januari 2018 (M6,1) 28 Juli 2019 (M4,9) 2 Agustus 2019 (M6,9) 14 Januari 2022 (M6,6) dan gempa hari ini 4 Februari 2022 (M5,2),” ungkapnya.

Daryono menjelaskan, guncangan kuat akibat gempa yang berpusat di wilayah Banten sehingga dirasakan di Jakarta tersebut karena struktur tanah yang lunak dan tebal.

“Struktur tanah lunak dan tebal di Jakarta akan menciptakan resonansi dan mengamplifikasi/memperkuat guncangan gempa,” katanya.

Lebih lanjut ia juga menuturkan, aktifnya gempa-gempa intraslab akhir-akhir ini, baik di selatan Jatim dan selatan Banten, dapat mengaktifkan gempa di bidang kontak antar lempeng (megathrust).

“Baik di selatan Jatim dan selatan Banten, aktifnya gempa-gempa intraslab akhir-akhir ini dapat mengaktifkan gempa di bidang kontak antar lempeng (megathrust),” tukasnya.