Jika AS Masih Terus Menindas, China Bersumpah Akan Membalasnya

AS China

Berita Baru, Internasional – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan kemarin memperingatkan China bahwa Amerika Serikat (AS) dapat mengubah pandangannya tentang status Hong Kong sehubungan dengan apa yang dilihatnya sebagai gangguan pers bebas.

Menanggapi hal itu, juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian pada hari Jumat (22/5) mengecam komentar Mike Pompeo tentang Hong Kong. Ia menyebut pihaknya menentang campur tangan asing di wilayah yang disebut sebagai negara semi-merdeka dengan nama resmi Daerah Administratif Khusus Hong Kong. Hong Kong juga sering disebut sebagai negara dalam negara Tiongkok.

Zhao Lijian mengatakan Beijing berusaha untuk mencari jalan kerja sama dan dialog dengan Washington. Namun ia bersumpah akan melawan AS jika ASmencoba menindas China.

Sehari sebelumnya, South China Morning Post mengatakan bahwa Beijing akan mengajukan resolusi yang akan memungkinkan diadakannya Kongres Rakyat Nasional di waktu mendatang. Tujuan dari kongres itu adalah untuk melarang pemisahan diri Hong Kong dari China dan melarang campur tangan asing di Hong Kong.

Di Hong Kong sendiri mulai banyak terjadi protes dan tak jarang berujung pada kekerasan sejak bulan Juni 2019. Banyak demonstran yang awalnya turun ke jalan untuk memprotes RUU ekstradisi berganti menjadi demo yang berujung kekerasan.

Beijing telah mengatakan bahwa situasi di Hong Kong selama ini adalah karena adanya campur tangan asing dalam urusan dalam negeri China. Beijing juga menyatakan dukungan penuh bagi otoritas lokal untuk mencegah kekerasan dan memulihkan keadaan dan menertibkannya.


SumberSputnik News
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan