Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

JHT dan Minyak Goreng Lebih Banyak Dapat Perhatian Publik daripada Penundaan Pemilu

JHT dan Minyak Goreng Lebih Banyak Dapat Perhatian Publik daripada Penundaan Pemilu



Berita Baru, JakartaFounder Evello, Dudy Rudianto menyebutkan bahwa reaksi publik di media sosial soal penundaan pemilu pada periode 1 – 28 Februari 2022 tidak sebesar persoalan nyata yang dihadapi masyarakat terkait minyak goreng dan JHT.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah Evello menelisik reaksi pembaca berita terhadap tiga isu, yaitu Minyak Goreng, JHT dan Penundaan Pemilu.

“Benarkah reaksi publik di media sosial soal penundaan pemilu? Jika pertanyaan itu diarahkan ada periode 1 – 28 Februari 2022, perhatian publik melalui media sosial tertuju pada kelangkaan minyak goreng dan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT),” kata Dudy kepada Beritabaru.co, Senin (28/2).

“Soal penundaan pemilu 2024? Ada intensitas perhatiannya, tetapi tidak sebesar persoalan nyata yang dihadapi masyarakat soal minyak goreng dan JHT,” imbuhnya.

Dudy menjelaskan, dari analisa sebaran berita, Evello menemukan jika JHT paling banyak menarik perhatian pembaca sebesar 50%, disusul kemudian minyak goreng 35% dan penundaan pemilu berada di angka 13%. 

Sementara itu, melalui platform berbagi video dengan pengguna terbesar di Indonesia, video-video dengan tema JHT terbanyak menarik perhatian. “Jumlahnya mencapai 50% dibandingkan minyak goreng 35% dan penundaan pemilu 13%,” terang Dudy. 

Lebih lanjut Dudy merinci tiap-tiap jejaring media sosial. Pada Instagram, reaksi public yang ditimbulkan terhadap tema minyak goreng dominan dibandingkan JHT dan penundaan pemilu.

“Di media sosial dengan pengguna mencapai 100 juta ini, minyak goreng ditonton sebanyak 66% lebih banyak jika dibandingkan JHT 28% dan penundaan pemilu 2024 5%,” ungkapnya.

Adapun di jejaring TikTok, tema JHT menarik perhatian publik sangat besar. “Media sosial micro video dengan pengguna 92 juta di Indonesia telah menonton video-video bertema JHT sebanyak 57 juta kali,” katanya.

“Disusul kemudian adalah minyak goreng yang telah ditonton sebanyak 48 juta kali tayang. Sementara tema penundaan pemilu baru menuai perhatian tiktoker sebanyak 9 juta kali tayang,” tambah Dudy.

Jika dilihat berdasarkan masing-masing kanal, lanjutnya, baik media daring dengan jumlah pembaca mencapai 57 juta, Youtube 139 juta, Instagram 100 juta dan Tiktok 92 juta, maka pendapat bahwa dukungan yang kuat terhadap penundaan pemilu belumlah kuat. 

“Publik lebih banyak memberikan perhatian pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan dirinya seperti JHT dan Minyak Goreng,” tukas Dudy.

JHT dan Minyak Goreng Lebih Banyak Dapat Perhatian Publik daripada Penundaan Pemilu