Berita

 Network

 Partner

Jepang Akan Kirim Bantuan Obat Covid-19 untuk Indonesia
(Foto: Bloomberg)

Jepang Akan Kirim Bantuan Obat Covid-19 untuk Indonesia

Berita Baru, Internasional – Jepang akan kirimkan obat virus Corona (Covid-19) fase pertama untuk Indonesia bulan April ini. Hibah itu sebagaimana dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri RI.  

Menurut Kemlu RI, pengiriman obat tersebut merupakan bagian dari kesepakatan Indonesia-Jepang terkait peningkatan kerja sama pengadaan obat-obatan yang dibutuhkan untuk penyembuhan pasien Covid-19.

“Sebagaimana telah disampaikan oleh Menlu Jepang, Motegi Toshimitsu, pada 7 April lalu, Pemerintah Jepang berkomitmen menghibahkan obat Avigan kepada sejumlah negara prioritas, termasuk Indonesia,” begitu bunyi pernyataan Kemlu RI pada Jumat (11/4).

“Pengiriman fase pertama obat Avigan dari Jepang dalam kerangka Government to Government dan Business to Business tersebut diharapkan dapat terlaksana dalam bulan April ini,” kata Kemlu RI menambahkan.

Berita Terkait :  13 Maret 2020 Diperingati Sebagai Hari Tidur Sedunia

Selain Jepang, Indonesia juga sepakat memperkuat kerja sama pengadaan obat-obatan corona dengan India. Menlu RI Retno Marsudi dikabarkan telah membahas penjajakan kerja sama ini bersama dengan Menlu India Subrahmanyam Jaishankar secara khusus.

Sebelumnya, Retno menuturkan ada sembilan negara yang telah mengungkapkan dan bahkan telah memberikan bantuan bagi Indonesia terkait penanganan virus corona.

Dalam rapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara virtual pada Selasa (7/4), Retno menjelaskan delapan negara itu yakni Jepang, Amerika Serikat, Singapura, China, Vietnam, Korea Selatan, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Pada Kamis (9/4) lalu, Kemlu RI menyatakan Selandia Baru juga telah mengungkapkan niat memberikan bantuan bagi Indonesia.

Berita Terkait :  Reformasi Elektoral Hong Kong: LegCo Sahkan UU ‘Patriotik’

Sebagian bantuan yang diberikan sembilan negara tersebut adalah peralatan medis seperti masker, APD, dan obat-obatan. Beberapa negara juga mengirimkan alat rapid test, alat PCR, termometer, hingga ventilator.

Kemlu RI menyatakan alat-alat tersebut masuk dalam tujuh alat kesehatan prioritas yang menjadi perhatian pemerintah saat ini.