Berita

 Network

 Partner

Jelang Puncak Hari Santri, Emak-emak Fatayat NU Gresik Sedekah Sampah

Jelang Puncak Hari Santri, Emak-emak Fatayat NU Gresik Sedekah Sampah

Berita Baru, Gresik – Tak biasa, kegiatan unik digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik menjelang puncak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. Kegiatan itu adalah sedekah sampah di Ranting Ngargosari, Kecamatan Kebomas.

Sedekah sampah yang berlangsung pada Selasa (19/10) itu bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Gresik dan Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG) itu juga bagian dari even Pekan Sedekah Sampah.06 (PEDAS) tahun 2021.

Pekan sedekah sampah menjadi salah satu program untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan ( SDGs) dengan pilar lingkungan hidup. 

Ketua PC Fatayat NU Gresik Ainul Farodisa mengatakan, para kader Fatayat NU Gresik telah diberi pengarahan dan pendampingan terkait pengelolaan sampah dari tingkat ranting hingga cabang. Tentu saja hal ini demi mendukung program-program pemerintah.

Berita Terkait :  Produk Karya Siswa SMK YPI Darussalam 1 Cerme Banyak Diminati Masyarakat

Sedekah sampah, dilakukan dengan cara mengumpulkan limbah rumah tangga (Non Organik) dari rumah-rumah kader Fatayat, lalu dipilah dan dikumpulkan, selanjutnya disetor ke bank sampah yang dikelola oleh Fatayat NU. 

“Program kegiatan peduli lingkungan di Fatayat, salah satunya dengan mangakomodir sampah pada kegiatan Pekan Sedekah Sampah ini,” kata Ainul Farodisa ketua PC Fatayat NU Gresik.

Selain mendukung program pemerintah, PC Fatayat NU Gresik juga terus menggerakkan optimalisasi pengelolaan sampah lewat lomba Peduli Lingkungan yang dikemas melalui Bank Sampah. Total ada 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Gresik yang akan mengikuti lomba bank sampah dan juga merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional. 

Berita Terkait :  Mahasiswa Staida Gresik Galang Dana Bantu Korban Banjir Bandang Kota Batu

Kegiatan yang dilakukan Fatayat ini pun mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik. Sebab sangat mendukung Gresik menuju kota ‘Zero Waste’. 

Kepala DLH Gresik, Mokh. Najikh  mengatakan, DLH Kabupaten Gresik terus berupaya untuk penanggulangan sampah di Gresik. Saat ini ada sekitar 130 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kabupaten Gresik. 

“Sampah yang ada di TPS selanjutnya akan diangkut ke Tempat pembuangan Akhir (TPA), sementara sampah rumah tangga dibawa ke TPS dan dikelola disana. Undang – undang Nomor 18 tahun 2008 tentang sampah itu tugas bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” kata Najikh.

Sehingga, pemilihan sampah dari bank sampah, akumulasi tampungan sampah di TPS tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, membutuhkan kerjasama seluruh pihak untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

Berita Terkait :  PCINU Tiongkok Gelar Webinar Diplomasi Santri

“Penanganan sampah butuh kerjasama berbagai pihak, bukan hanya pemerintah namun semua pihak harus ikut andil dalam menangani sampah. Maka dari itu, kami bersyukur dengan support PC Fatayat NU Gresik yang membantu DLH dalam pengelolaan sampah di Gresik,” tutup Najikh.