Jelang Libur Lebaran, Gus Menteri Minta Desa Wisata untuk Terapkan Prokes

-

Berita Baru, Jakarta – Mendekati libur lebaran 2021, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta agar desa-desa wisata yang dibuka tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

“Yang penting prokesnya, terus fasilitas cuci tangan dan lain-lain disiapkan. Karena kalau tidak dibuka ya kasihan juga, dan BUMDes butuh juga,” ungkapnya saat kunjungan kerja ke Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto, Sabtu (8/5).

Kunjungannya ke Desa Ketapanrame itu, diketahui dalam rangka meninjau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ketapanrame, sekaligus monitoring pendataan SDGs Desa.

Berita Terkait :  Perkuat Mitigasi Covid-19, Indonesia Gelar Pleno IUNCF

Sementara untuk unit-unit usaha yang dikelola BUMDes Ketapanrame sangat beragam, ada unit jasa pengelolaan air minum, pengelolaan kebersihan lingkungan, pengelolaan wisata, pengelolaan kios dan kandang ternak, serta unit simpan pinjam dan kemitraan.

Berita Terkait :  Cegah Klaster Perkantoran, IWD Desak Pemerintah Tambah Kuota WFH

Melihat hasil yang dikelola BUMDes dan perputaran uang di Desa Ketapanrame, Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan pemerintah desa untuk memakmurkan warga desa.

 “Pokoknya duit tidak boleh keluar ya, sudah benar itu, harus berputar di desa. Semakin desanya makmur, semakin kecil perantaunya,” ungkapnya.

 Selain itu, Gus Menteri juga mengatakan, setelah melalui proses di Kemenkumham selesai, kedudukan BUMDes setara dengan Perseroan Terbatas (PT), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hanya levelnya saja yang di desa.

Berita Terkait :  LBM-NU: Panduan Salat Jumat di Masa New Normal

 “Unit usaha air minum itu (Desa Ketapanrame) nanti akan legal dengan adanya badan hukum BUMDes, nanti bisa setara dengan PDAM,” ungkap Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Ratusan Pekerja Seni Surabaya Tuntut Risma Cabut Perwali 33/2020

TERBARU

Facebook Comments