Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Australian Minister of Defense Peter Dutton. Foto: Reuters.
Australian Minister of Defense Peter Dutton. Foto: Reuters.

Jelang AUKMIN, Australia dan Inggris Komitmen Lawan Serangan Siber

Berita Baru, Sydney – Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton mengatakan pada Kamis (20/1) bahwa Australia dan Inggris komitmen lawan serangan siber dari China, Rusia, Iran dan negara-negara lain.

Pernyataan tersebut muncul menjelang pertemuan Para menteri pertahanan dan luar negeri Australia dengan menteri pertahanan Inggris Ben Wallace dan menteri luar negeri Liz Truss pada hari Jumat (21/1).

Pertemuan itu merupakan bagian dari pertemuan rutinan Australia-United Kingdom Ministerial Consultations (AUKMIN), dan Dutton mengatakan pertemuan Jumat besok akan banyak fokus pada dunia maya.

“Baik Inggris maupun Australia mendapat serangan reguler dari Rusia dan dari China, Iran, dan negara-negara lain,” katanya di radio, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Dutton juga menambahkan bahwa Australia dan Inggris tersebut akan “melawan”-nya.

China dan Rusia berulang kali membantah tuduhan negara-negara Barat bahwa keduanya berada di balik serangan dunia maya.

Iran juga telah membantah keterlibatan pemerintah dalam serangan dunia maya di Australia.

Menjelang pertemuan, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne pada hari Kamis (19/1) menandatangani perjanjian dengan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss.

Baik Australia maupun Inggris akan mengoordinasikan rezim sanksi dunia maya untuk meningkatkan pencegahan serangan siber.

“Australia berkomitmen untuk bekerja dengan mitra seperti Inggris untuk menantang aktor jahat yang menggunakan teknologi untuk merusak kebebasan dan demokrasi,” kata Payne dalam sebuah pernyataan.

Selain itu, Australia dan Inggris juga berkomitmen untuk bersama-sama berinvestasi dalam infrastruktur di kawasan Indo-Pasifik.

“Inggris berkomitmen untuk membangun ‘jaringan kebebasan’ dan itu berarti memperjuangkan demokrasi dengan mendukung negara-negara di Indo-Pasifik untuk menyelesaikan kebutuhan pembangunan mereka,” kata Truss dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan Jumat depan juga akan mencakup program kapal selam nuklir Australia, sehubungan dengan Aliansi Pertahanan AUKUS.

AUKUS tahun lalu ditandatangi Inggris, Australia dan Amerika Serikat. Perjanjian itu kemudian membuat Australia membatalkan kontrak kapal selam dengan Prancis demi program kapal selam nuklir yang didukung oleh Amerika Serikat dan Inggris.

“Mereka adalah negara besar dan mereka memiliki mesin militer besar dan merupakan sekutu dan teman penting bagi kami sebagai negara kecil yang hanya berpenduduk 25 juta orang jika kami ingin mencegah negara-negara dari perilaku agresif,” katanya.