Jejak Eksplorasi pada “Pentimento: A Speculative Trace”

Pentimento: A Speculative Trace
whiteboardjournal.com

Beritabaru.co, Jakarta. – Pada hari Rabu, tanggal 17 Juli 2019, penulis berkesempatan menghadiri pembukaan pameran seni bertajuk “Pentimento: A Speculative Trace” di Dia.Lo.Gue Artspace yang bertempat di Kemang.

Pameran yang dibuka oleh sutradara Nia Dinata ini menampilkan karya-karya dari tiga perupa perempuan, yaitu Naomi Samara, Ruth Marbun dan Salvita Decorte, dengan Sally Texania sebagai kurator pameran.

Istilah pentimento sendiri berasal dari bahasa Italia, secara luas pentimento mengarah kepada kehadiran dari jejak-jejak kekaryaan sebelumnya yang diubah atau ditimpa oleh perupa dalam proses berkarya.

Pada praktis seni lukis konvensional, jejak-jejak proses pada masa persiapan karya biasanya direvisi, ditutupi atau dilapisi kembali sehingga tidak dapat kita temukan pada hasil akhir karya.

Menurut Sally Texania selaku kurator pameran, pada pameran ini jejak-jejak fisik dari proses berkarya justru menjadi hal yang dihadirkan dan dieksplorasi lebih jauh secara sadar oleh para perupa.

Karya-karya Naomi Samara. (Rizki Hasan)

Karya-karya Naomi Samara, didominasi penggambaran lekukan tubuh, dengan garis-garis berwarna gelap yang jelas, keras dan mendominasi. Naomi memulai proses berkaryanya dengan membangun narasi, kemudian ia mendekonstruksi cerita tersebut sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah puisi dan mengekspresikan puisi tersebut ke dalam sebuah lukisan. Menurut Naomi, ia tidak mengangkat isu yang spesifik dalam karyanya, namun munculnya penggambaran tubuh dalam karya-karyanya dikarenakan ia mempercayai bahwa tubuh manusia merupakan salah satu sarana  terkuat untuk berekspresi.

“Estimated Coincidence” oleh Ruth Marbun. (Rizki Hasan)

Ruth Marbun menggunakan medium tekstil pada sebagian besar karya-karyanya, ia melakukan eksplorasi pada medium tekstil seperti menggabungkan teknik melukis dengan cat air atau cat akrilik diatas kain dengan teknik bordir serta melakukan penambahan lapisan- lapisan kain pada beberapa karyanya. Menurutnya, karya-karyanya menjadi jembatan dialog dari prosesnya dan mengangkat nilai–nilai yang menurutnya belum banyak dibicarakan di masyarakat.

“Notebook Series” oleh Salvita Decorte. (Rizki Hasan)

Sebagian besar karya-karya Salvita Decorte menggambarkan wajah dan keberadaan tubuh dengan kombinasi warna yang tenang dan menarik. Menurut Salvita,  karya-karyanya hadir dari ketidakpandaiannya dalam mengungkapkan pikiran atau emosi menggunakan kata-kata. Ia mengaku lebih mudah mengekspresikan emosi serta pikirannya lewat warna dan tarikan kuas. Karya yang sangat berkesan bagi Salvita dalam pameran ini adalah karyanya yang berjudul “Notebook Series”, karya ini berupa instalasi potongan-potongan  karya yang berasal dari buku jurnalnya, potongan- potongan karya ini direkatkan sedemikian rupa pada dinding dan beberapa bagian karya dilengkapi catatan kecil maupun coretan, butuh keberanian besar baginya untuk memamerkan karya ini karena potongan-potongan karya tersebut  mengandung memori yang bersifat sangat personal baginya.

Berita Terkait :  Im Not a Toy !! : Film Toy Story 4

Bagi penulis, pameran ini menampakkan percakapan-percakapan personal, respons terhadap memori serta perubahan-perubahan keputusan yang intens yang dilakukan oleh para perupa dalam proses berkarya, kehadiran pentimento menjadi menarik karena menunjukkan perjalanan dan proses eksplorasi kekaryaan para perupa, yang masih dapat kita amati penampakannya pada hasil akhir karya.

Pameran “Pentimento: A Speculative Trace”, masih akan berlangsung hingga tanggal 19 Agustus 2019, di Dia.Lo.Gue Artspace, Jalan Kemang Selatan No. 99A. [Rizki Hasan]

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan