Jalan Rusak, Aktivis HMI Pertanyakan Kepedulian Pemerintah

    Jalan rusak
    Sahwin, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

    Berita Baru, Aceh – Jalan rusak di Kampung Linung, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, sudah terjadi bertahun-tahun, dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki, disepanjang jalan masih terlihat banyak kerusakan di sejumlah titik.

    Tidak hanya di Kampung Linung, kerusakan juga terjadi di Kampung Dedamar, Kampung Genuren, Kampung Merodot dan Linung Bulen, banyak lubang-lubang yang cukup besar disepanjang jalan kampung.

    Kondisi mendapat perhatian dari Sahwin, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang juga warga kampung tersebut, dia membenarkan bahwa jalan-jalan sudah rusak lama. Minggu, (25/08/2019).

    “Kalau jalan ini sudah lama rusak, namun belum pernah diperbaiki. Apalagi jalan ini ramai dilalui kendaraan”, kata Sahwin kepada beritabaru.co.

    Sahwin menambahkan, saat musim hujan kondisi jalan semakin parah, dan sulit buat beraktivitas. Pasalnya lubang jalan tertutup genangan air.

    “Kalau hujan makin parah, soalnya lubangnya dalam terus ada air jadi tidak nampak. Udah kayak kubangan kerbau aja ini,” imbuh Sahwin.

    Tidak hanya itu, di jalan Kampung Dedamar, yang kondisinya juga tidak jauh berbeda. Bahkan lebih parah dengan kerusakan yang merata sepanjang 1 km.

    Berita Terkait :  Mantap Masuk Islam, MWC NU Driyorejo Bimbing Warga Asal Surabaya Ikrar Dua Kalimat Syahadat

    Sahwin pun menanyakan perhatian dari pemerintah, dia menilai kalau pemerintah sudah tidak peduli terhadap, harapan terakhir adalah mereka kepada para anggota DPRK Aceh yang sebentar lagi akan dilantik.

    “Jalan ini udah lama rusak tidak pernah diperbaiki. Sepertinya pemerintah tidak peduli, maka saya berharap kepada DPRK Aceh yang akan dilantik besok senin (26/8/2019) terutama kepada orang tua kami di DPRK Aceh, beliau Januar Ependi, Ichwan Mulyadi, Ansari, SE, Win Konadi, Khairul  Ahadian, Desy Novita Andikany, dan Zulkarnain S,MP untuk segera bisa merumuskan pembangunan pro rakyat” ujar Sahwin.

    Dengan bahasa Aceh, dia berceletuk kalau jalan itu sudah tidak layak buat perjalanan orang tua dan masyarakat ke kebun dan aktivitas lainnya

    “Gere layak ken perjelenen urang tue ni kami khususnya di Kecamatan Bintang bloh ku empus ” ujar Sahwin.

    [Sahwin/Pers Reales]
    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan