Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Seika Huang, direktur merek Pili International Multimedia, melihat desain karakter yang diubah menjadi file NFT di kantor pusat mereka di Yunlin, Taiwan, 18 Februari 2022. Foto: Reuters/Ann Wang.
Seika Huang, direktur merek Pili International Multimedia, melihat desain karakter yang diubah menjadi file NFT di kantor pusat mereka di Yunlin, Taiwan, 18 Februari 2022. Foto: Reuters/Ann Wang.

Jaga Seni Tetap Hidup, Dalang Taiwan Lirik NFT Sebagai Sumber Pendapatan

Berita Baru, Taipe – Dalam upaya menjaga kesenian tetap hidup di era modern, sekelompok dalang Taiwan dengan inovasi kreatif ingin menggunakan token non-fungible, atau NFT, sebagai sumber pendapatan tambahan.

Selain itu, menggunakan NFT juga dapat membantu membawa bentuk seni tradisional tetap relevan untuk audiens generasi milenial.

NFT adalah aset kripto yang mewakili barang digital seperti gambar, video, atau bahkan tanah di dunia virtual. Harga karya-karya atau produk di NFT beberapa naik begitu cepat pada tahun lalu, sehingga spekulan di seluruh dunia terkadang melakukan flipping NFT, yaitu membeli sebuah NFT dengan harga serendah mungkin dan lalu menjualnya harga yang lebih tinggi dari sebelumnya untuk mendapatkan keuntungan.

Pili International Multimedia, yang membuat acara televisi terpanjang di Taiwan yang menampilkan boneka di studionya di Kabupaten Yunlin, Taiwan tengah, mengatakan ingin menggunakan NFT sebagai sumber pendapatan lain.

“Imajinasi yang dimiliki setiap orang saat ini tentang dunia online berkembang sangat cepat sehingga kami hampir tidak dapat memahaminya,” kata Seika Huang, direktur Pili International Multimedia, dikutip dari Reuters, Jumat (1/4).

“Alih-alih duduk di pinggir lapangan, pendekatan terbaik adalah terus maju dan memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi. Ini adalah cara tercepat untuk mengejar ketinggalan,” imbuhnya.

Pili memiliki ribuan karakter boneka sarung tangan, bagian tradisional dari budaya hiburan jalanan Taiwan yang memutar cerita penuh warna dan bergaya tentang keberanian dan romansa heroik, seringkali dengan seni bela diri.

Boneka-boneka itu dibuat dengan susah payah, dan dimanuver dengan ahli selama pembuatan film pertunjukan, dengan kostum yang dijahit dan helai rambut yang ditata dengan cermat.

Pili mengatakan empat karakter boneka mereka dibuat menjadi versi digital dan 30.000 set telah dijual sebagai NFT.

Perusahaan menolak untuk mengungkapkan pembagian keuntungan dengan platform pasar, tetapi mengatakan harga untuk setiap set mulai dari $40, yang berarti menghasilkan pendapatan setidaknya $1,2 juta, sejak listing mereka pada awal Februari.

Perusahaan teknologi pemasaran VeVe, yang bertanggung jawab atas penjualan NFT, mengatakan bahwa kisah para pahlawan boneka bergema di kalangan anak muda dan dapat menarik penggemar film pahlawan super dari luar negeri, seperti yang didasarkan pada karakter dari Marvel Comics.

“Orang Barat sebenarnya sangat menyukai pahlawan seni bela diri dan kung-fu kami,” kata manajer merek VeVe, Raymond Chou. Huang, yang mengatakan daftar awal mereka telah terjual habis beberapa detik setelah diluncurkan di VeVe, sekarang bekerja untuk mengubah hingga 50 karakter boneka lainnya menjadi NFT, yang berpotensi menambah aliran pendapatan jutaan dolar untuk studio.