Berita

 Network

 Partner

Jadwal Karapan Sapi Tradisional di Kabupaten Bangkalan 2020
Ilustrasi foto: Lingkarjatim

Jadwal Karapan Sapi Tradisional di Kabupaten Bangkalan 2020

Berita Baru, Bangkalan — Karapan Sapi Tradisional tingkat Kawedanan di Kabupaten Bangkalan sebenarnya telah bergulir pada Minggu (27/9) kemarin. Karapan sapi tersebut digelar dengan mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karapan sapi tahun ini dilaksanakan tanpa penonton. Hal itu karena adanya pandemi COVID-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir.

Sementara bagi para pengerap, crew yang diperbolehkan masuk ke lapangan mengikuti jalannya karapan hanya dibatasi sepuluh orang saja. Meskipun idealnya ada sekitar 30 orang untuk masing-masing pengerap.

Minggu kemarin telah dilaksankan Karapan Sapi Tingkat Kawedanan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan, dan hasilnya:

Juara Golongan Menang:

  1. Bintang Sembilan (pemilik H. Yunus, Tanah Merah)
  2. Gagak Rimang (pemilik H. Wawan, Tanah Merah)
  3. Lintas Jawa (pemilik Safii, Padurungan)
Berita Terkait :  Terduga Curanmor yang Tewas Dibakar di Bangkalan Seorang Residivis

Juara Golongan Kalah:

  1. Kejutan 2020 (milik H. Farit, Delembeh)
  2. To’-Ngalto’ (pemilik Subadar, petrah)
  3. Jendral Muda (pemilik Brijen Farid Farit Makruf, Tanah Merah)

Keenam pasangan sapi juara tersebut akan diadu kembali di tingkat Kabupaten Bangkalan untuk meraih tiket Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden 2020.

Berikut jadwal lengkap Karapan Sapi Tradisional Kawedanan di Kabupaten Bangkalan 2020:

  1. Kawedanan Galis, Minggu 04 Oktober 2020
  2. Kawedanan Blega, Minggu 11 Oktober 2020
  3. Kawedanan Socah, Minggu 18 Oktober 2020
  4. Kawedanan Sepulu, Minggu 25 Okotober 2020
  5. Kawedanan Arosbaya, Minggu 1 November 2020
  6. Kawedanan Geger, Minggu 8 November 2020
  7. Tingkat Kabupaten Bangkalan, Minggu 15 November 2020

Karapan Sapi tersebut akan dilaksanakan di satu tempat, yakni di Stadion RP. Moch. Noer atau yang dikenal Lapangan SKEP Bangkalan, dan akan disiarkan melalui live streaming di YouTube.

Berita Terkait :  Sumenep akan Terapkan Pembatasan Sosial dari Kota hingga ke Desa