Italia Bangun Resor Ski Bebas Plastik Pertama di Eropa

(Foto : The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Sebuah resor ski di Italia sedang berusaha menjadi inisiator pertama di Eropa yang melarang penggunaan plastik. Upaya tersebut dilakukan setelah ditemukannya riset yang mengatakan bahwa gletser terdekat mengandung sejumlah besar mikroplastik.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (27/12), pada awal Desember lalu, penggunaan botol plastik, tas, peralatan makan, piring, sedotan, cangkir dan bumbu sachet dilarang ketika berada di lereng Pejo 3000, sebuah resor kecil di Val di Sole, Trentino.

“Ini adalah bagian pertama dari proyek yang dimaksudkan untuk menjadikan area ski Pejo 3000 yang berkelanjutan di Pegunungan Alpen,” kata Fabio Sacco, direktur umum dewan wisata Val di Sole.

Hasil Penelitian

Langkah itu dipicu oleh penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Milan dan Universitas Milan-Bicocca pada bulan April. Hasilnya mengatakan bahwa permukaan Gletser Forni, salah satu gletser lembah terbesar di Pegunungan Alpen Italia mengandung 131-162 m partikel plastik, termasuk serat dan polietilen.

Para ilmuwan percaya partikel-partikel di Forni Glacier, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Stelvio, berasal dari pakaian dan peralatan pengunjung.

Berita Terkait :  Setelah Zaman Perunggu dan Besi, Selamat Datang di Zaman Plastik

Christian Casarotto, seorang glaciologist di Muse Natural Sciences Museum di Trento, mengatakan: “Jika produk plastik mencapai pegunungan, mereka akan tetap di sana untuk jangka waktu yang lama, bahkan beberapa dekade, dan mereka kemudian akan berubah menjadi kerusakan lingkungan dan kesehatan, dan masuk ke dalam rantai makanan”.

“Proyek yang bertujuan membatasi penggunaan produk plastik sangat dibutuhkan. Mereka harus diterapkan di seluruh Pegunungan Alpen.” Kata Casarotto menambahkan.

Setelah upaya ini berhasil, resor Pejo 3000 akan berupaya menghilangkan produk-produk penghasil mikroplastik dalam jumlah besar.

Resor yang memiliki jalur lari 12 mil dan tujuh lift ski itu juga berencana meningkatkan pengumpulan sampah, daur ulang, dan penggunaan energi.

Lembah Pejo telah menggunakan energi terbarukan melalui tiga pembangkit listrik tenaga air kecil. Sementara rumah, hotel dan bangunan umum dihangatkan menggunakan sistem pemanas kayu-potong sisa dari operasi kehutanan lokal.

“Kami berpikir tentang lingkungan, dampaknya bagi generasi mendatang, tetapi juga daya saing wilayah kami. Keberlanjutan adalah aset yang harus kita kembangkan, dan kita harus serius dengan apa yang kita lakukan, daripada membuat proklamasi tanpa mengambil tindakan tegas.” Kata Sacco mengakhiri.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan