Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Iran di Suriah

Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Iran di Suriah



Berita Baru, Internasional – Setelah lebih dari 12 serangan diluncurkan oleh Israel di Suriah sejak awal tahun, kini Israel tampaknya telah meningkatkan serangannya terhadap dugaan target Iran di Suriah, lapor diplomat AS.

Menurut tentara dan media Suriah, Israel secara teratur menyerang sasaran militer Iran. Tindakan itu pun dikutuk oleh Damaskus karena dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan. Dilansir dari Sputnik News, Kamis (14/5).

“Tampaknya ada peningkatan tempo operasional Israel di Suriah dan perluasan target yang ditetapkan”, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, yang menemani Sekretaris Negara Mike Pompeo dalam kunjungannya ke Israel kepada wartawan, Rabu (13/5).

Ketika diminta untuk mengklarifikasi tentang hal itu, diplomat menyatakan: “Saya tidak mengatakan Israel memperluas sasarannya di Suriah, saya hanya mengatakan ‘kelihatannya demikian.'”

Pada hari Rabu (13/5), Mike Pompeo mengunjungi Yerusalem untuk bertemu Perdana Menteri Israel, Netanyahu. Mereka membahas mengenai Iran, virus corona, dan rencana Israel untuk memperluas kedaulatannya ke bagian-bagian Tepi Barat.

Pejabat Departemen Luar Negeri lain mengatakan bahwa petemuan tersebut tidak membahas menganai perampasan tanah. “Kita harus menghilangkan anggapan bahwa kita terbang di belahan dunia untuk membicarakan tentang aneksasi,” kata mereka.

Kunjungan Pompeo berlangsung dua minggu setelah media Suriah melaporkan bahwa Israel kembali melakukan serangan udara di negara tetangga (dekat Damaskus dan di Dataran Tinggi Golan Suriah). Serangan itu menargetkan situs-situs yang diduga digunakan oleh Iran atau militan yang didukung Iran, seperti kelompok Hizbullah yang berbasis di Libanon.

Tentara dan media Suriah telah melaporkan lebih dari selusin serangan seperti itu terjadi sejak awal tahun ini. Sebagian besar rudal biasanya ditembak jatuh oleh pertahanan Suriah, meskipun satu serangan di dekat Damaskus pada Februari dilaporkan mengakibatkan 23 korban dan satu lainnya menewaskan sekitar 9 militan di dekat Palmyra. Namun demikian, Israel mengkonfirmasi bahwa tidak ada serangan di Suriah tahun ini.

Kepala pertahanan Israel, Naftali Bennett, mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengakhiri operasinya di Suriah sampai Iran pergi. Alasan Israel adalah bahwa Iran menggunakan Suriah untuk membangun jaringan proksi bersenjata untuk menentang pengaruhnya, sementara Damaskus menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.