Israel Janjikan Kebebasan untuk al-Akhras, Tahanan Palestina yang Melakukan Aksi Mogok Makan 100 Hari Lebih

(Foto: The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Maher al-Akhras (49), seorang tahanan Palestina yang ditangkap oleh Israel atas kecurigaan pelanggaran keamanan mengakhiri aksi mogok makan yang dilakukan selama lebih dari 100 hari.

Seperti dilansir dari The Guardian, Sabtu (7/11), perintah penahanan ini mendapat kecaman keras dari Palestina dan kelompok hak asasi manusia, yang menuduh kebijakan tersebut melanggar hak untuk proses hukum.

Menurut penuturan keluarga Maher dan pendukung hak-hak tahanan, mengatakan bahwa dia telah menerima jaminan dari otoritas Israel bahwa penahanan terbuka tidak akan diperpanjang sampai akhir November.

Qadoura Fares, kepala kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina, mengatakan pada Jumat (6/7), bahwa berdasarkan perjanjian, Israel tidak akan memperpanjang perintah penahanan administratif untuk al-Akhras setelah 26 November.

Keluarga Al-Akhras mengatakan akan menghabiskan 10 hari ke depan di rumah sakit Kaplan di Israel tengah, tempat tempat Maher berada sejak 6 September, setelah itu dia akan dipindahkan ke rumah sakit Arab di Yerusalem timur selama 10 hari lagi dan kemudian dibebaskan dari sana.

“Dia telah mengakhiri pemogokannya dan sekarang dia menjalani pemeriksaan medis untuk mulai makan,” kata istri Al-Akhras, Taghreed, kepada Associated Press melalui telepon.

“Sebelumnya dia memiliki berat 104kg (229lbs) dan sekarang dia 61kg (134 pound), tambahnya.

Badan keamanan Israel, Shin Bet, mengatakan perintah penahanan al-Akhras sudah dijadwalkan berakhir pada 26 November dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut lagi. Salah seorang pejabat keamanan mengatakan, al-Akhras telah menolak proposal pengadilan serupa bulan lalu untuk membebaskannya selama tidak ada bukti baru yang diajukan terhadapnya.

Shin Bet mengatakan al-Akhras ditangkap berdasarkan informasi bahwa dia aktif dalam kelompok militan Jihad Islam dan terlibat dalam “kegiatan yang membahayakan keselamatan publik”. Menurut badan tersebut, sebelumnya al-Akhras telah ditangkap lima kali karena terlibat dalam kegiatan militant, namunkeluarganya menyangkal keterlibatan tersebut.

Jihad Islam, kelompok yang telah menewaskan sejumlah orang Israel dalam pemboman bunuh diri dan serangan lainnya mengancam akan melakukan serangan baru yang lebih besar kepada Israel jika kondisi al-Akhras semakin memburuk.

Israel menahan 4.200 tahanan Palestina, 300 dari mereka di bawah penahanan administratif, menurut Fares dari kelompok advokasi.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini