Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata?

Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata?

Berita Baru, Internasional – Israel dan gerilyawan Palestina sepakat untuk gencatan senjata di Gaza sejak Minggu (7/8) malam. Kesepakatan itu dicapai saat negosiasi yang dimediasi oleh Mesir, menurut beberapa sumber.

Salah satu sumber keamanan Mesir menerangkan, Israel sudah menyetujui proposal itu. Sedangkan seorang pejabat Palestina yang mengetahui upaya mediasi oleh Mesir itu mengatakan, gencatan senjata akan mulai berlaku pada Minggu pukul 20.00 waktu setempat atau Senin (8/8) pukul 00.00 WIB.

Baik juru bicara Israel maupun kelompok Jihad Islam Palestina—faksi yang telah berperang di Gaza sejak bentrokan meletus pada Jumat (5/8/2022) lalu—belum lagi mengonfirmasi gencatan senjata itu. Mereka hanya mengatakan, kedua belah pihak memang berhubungan dengan Kairo.

Sejumlah serangan terhadap wilayah Palestina oleh militer zionis selama akhir pekan ini memicu balasan dari para pejuang Gaza berupa serangan roket jarak jauh terhadap kota-kota Israel.

Gejolak itu mengingatkan publik akan pendahuluan perang di Gaza sebelumnya. Sejumlah kalangan pun mengkhawatirkan eskalasi lebih lanjut dapat mengobarkan perang lebih besar antara Israel dan Palestina.

Akan tetapi, konflik kali ini relatif terkendali. Itu karena Hamas selaku kelompok Islam yang memerintah di Gaza—dan juga sebagai kekuatan yang lebih kuat daripada Jihad Islam—sampai sejauh ini tetap berada di luar pertempuran.

Para pejabat di Gaza mengatakan, sebanyak 32 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak Jumat lalu. Sepertiga dari mereka adalah warga sipil.

Sementara itu, roket-roket dari Gaza telah melumpuhkan sebagian besar Israel Selatan dan mengirim penduduk di kota-kotanyam termasuk Tel Aviv dan Ashkelon, ke tempat penampungan.

Sumber keamanan Mesir sebelumnya mengatakan, gencatan senjata yang diusulkan akan berlaku pada 22.00 waktu setempat.

Pada Minggu pagi, gerakan Jihad Islam memperluas jangkauannya untuk menembak ke arah Yerusalem, sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan mereka oleh Israel. “Darah para syuhada tidak akan terbuang percuma,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.