Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Balas Dendam
Mohammad Javad Zarif

Iran Siapkan 13 Rencana Balas Dendam



Berita Baru, Internasional – Pembunuhan jenderal Qassem Suleimani oleh Amerika Serikat adalah tindakan terorisme negara. Oleh karenanya Iran akan merespons secara proporsional, kata menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, kepada CNN.

Dia mengatakan: “Ini adalah tindakan agresi terhadap Iran, dan itu merupakan serangan bersenjata terhadap Iran, dan kami akan merespons. Tetapi kami akan merespons secara proporsional. ”

Zarif juga menyebut bahwa Donald Trump sedang menuju kejahatan perang internasional dengan berjanji untuk menyerang situs budaya jika Iran membalas terhadap pembunuhan Suleimani.

“Dia tidak menghormati hukum internasional. Bahwa ia siap melakukan kejahatan perang, karena menyerang situs budaya adalah kejahatan perang, respons yang tidak proporsional ini adalah kejahatan perang. Tapi sepertinya dia tidak peduli dengan hukum internasional.” Katanya.

“Amerika Serikat harus sadar dan bangun bangun dari tidurnya, ia harus menyadari kenyataan bahwa orang-orang di wilayah Timur Tengah sangat marah. Bahwa orang-orang di wilayah ini ingin Amerika Serikat keluar. Amerika Serikat telah berada di wilayah ini selama bertahun-tahun dan tidak membawa keamanan sendiri. Kami membiarkannya begitu saja.” Zarif menambahkan.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (7/1), seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran sedang mempertimbangkan 13 skenario untuk membalas pembunuhan Suleimani, menurut laporan dari kantor berita Fars.

“Kami akan membalas dendam, pembalasan yang keras dan pasti,” kata kepala Pengawal Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami, kepada pelayat di Kerman.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan komandan militer mengatakan bahwa pembalasan Iran akan sangat setara dengan perbuatan AS kepada Soleimani. Soal waktu dan tempat, Teheran akan memilih.

Ali Shamkhani, sekretaris dewan keamanan nasional mengatakan bahwa 13 skenario balas dendam sedang dipertimbangkan. Bahkan pilihan terlemah akan membuktikan “mimpi buruk bersejarah bagi Amerika,” tutupnya.