Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Venezuela dan Iran

Iran dan Venezuela Menentang Sanksi AS Terang-terangan, Apa Artinya?

Berita Baru, Internasional – Sekitar 2 bulan yang lalu, kapal tanker minyak Fortune meninggalkan pelabuhan Iran Shahid Rajaee menuju Venezuela.

Tujuan dari kapal itu adalah untuk memberikan bantuan kepada Venezuela yang sedang mengalami krisis bahan bakar karena beberapa kilang minyak Venezuela terpaksa tutup akibat sanksi AS.

Kapal tanker itu telah mendarat ‘selamat’ di pantai Venezuela pada Minggu (24/5) sore waktu setempat.

Selain kapal tanker Fortune dan kapal Forest, tiga kapal tanker Iran diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Secara total, Iran mengirimkan 1,53 juta barel bahan bakar ke Venezuela.

Baik Iran, maupun Venezuela, keduanya merupakan negara yang sama-sama mendapat tekan keras dari Amerika Serikat (AS). Dan dengan keberhasilan pengiriman bantuan itu, berarti mereka mengabaikan sanksi-sanksi yang dikeluarkan AS.

Berani Keluar Dari Belenggu Sanksi AS

Seorang analis industri migas Iran dari Universitas Kharazmi, Seyyed Saeed Mirtorabi Hosseini mengatakan kepada Sputnik bahwa Iran telah berani keluar dari belenggu sanksi AS.

“Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi [di sektor energi] pada dua negara, Iran dan Venezuela. Tetapi mereka mampu menentang sanksi sepihak dari AS ini. Keberhasilan pengiriman tanker minyak ke Venezuela, yang sangat membutuhkan bahan bakar, membuktikan bahwa Iran berada di jalur yang benar untuk menghadapi sanksi AS yang kejam. Ini berarti bahwa negara Iran berani keluar dari belenggu sanksi AS,” ujar Hosseini.

Iran dan Venezuela Menentang Sanksi AS Terang-terangan, Apa Artinya?
Suar gas pada platform produksi minyak di ladang minyak Soroush terlihat di samping bendera Iran

Pakar migas itu menekankan bahwa AS tidak mungkin melancarkan serangan terhadap tanker Iran di Samudra Atlantik atau dekat pantai Venezuela, karena manuver semacam itu akan sangat merugikan mereka:

“Kapal tanker itu dilengkapi dengan pengawalan dari IRI Navy (Angkatan Laut Republik Islam Iran). Saya tidak berpikir bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah seperti menyerang atau membajak kapal tanker Iran. Ini akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap Peraturan Internasional untuk Mencegah Tabrakan di Laut dan umumnya merugikan Amerika. Satu-satunya kelemahan kapal tanker ini adalah kemungkinan kurangnya asuransi internasional, karena banyak perusahaan asuransi besar harus mematuhi aturan yang ditentukan oleh Amerika Serikat,” imbuh Hosseini.

Front Koalisi Melawan AS

Sementara itu, pakar ekonomi politik International Energy Studies (IIES) di bawah Kementerian Perminyakan Iran, Mohammad Sadegh Jokar mengatakan pasokan bahan bakar oleh tanker ini merupakan serangan pertama dari front koalisi baru melawan Amerika Serikat.

“Dengan penerapan kebijakan cengkeraman dari Donald Trump pada ekonomi Iran, IRI telah mengubah pendekatannya. Padahal sebelumnya Iran berusaha membujuk beberapa negara untuk tidak mengikuti pembatasan yang diberlakukan AS (terutama Cina, India, dan Korea), namung sekarang ini adalah menantang dan mengatakan ‘bergabunglah dengan koalisi anti-sanksi.’ Dengan kata lain, Iran menyerukan semua negara yang dikenai sanksi AS untuk bersatu dalam satu front untuk menentang instrumen ini dalam kebijakan luar negeri AS,” tegas Jokar.

Iran dan Venezuela Menentang Sanksi AS Terang-terangan, Apa Artinya?
Iran Dena IMO

Dengan demikian, Mohammad Sadegh Jokar percaya bahwa keberhasilan pengiriman kapal tanker ini ke Venezuela adalah kegagalan kebijakan sanksi internasional Presiden Trump terhadap Venezuela.

“Iran membantu sebuah negara yang ekonominya berada di ambang kebangkrutan. Dan Republik Islam Iran telah membuktikan bahwa tidak hanya di Timur Tengah yang berani tidak tunduk pada perintah AS tetapi bahkan di ‘halaman belakang’ Amerika-nya (wilayah Amerika Latin) berani bertindak independen dan tegas,” imbuh Jokar.

Pukulan Terhadap Pemilihan Presiden Trump Mendatang

Lebih lanjut, menurut Mohammad Sadegh Jokar, dengan keberhasilan pengiriman ini, Iran mengirim sinyal bahwa kebijakan Presiden Trump belum berhasil di Timur Tengah. Dan kini Iran sedang berusaha agar kebijakan Presiden Trump itu tidak berhasil juga di Amerika Latin.

“Ini adalah semacam pukulan terhadap kebijakan pemilihan Trump dalam pemilihan presiden mendatang,” tambah Jokar.

AS Hanya Menggertak Belaka

Jokar juga yakin bahwa tidak akan ada serangan militer dari AS terhadap tanker minyak Iran berikutnya yang menuju pantai Venezuela karena menurutnya ancaman Washington hanya gertakan:

“Ada banyak gembar-gembor AS yang mengatakan bahwa mereka akan menyerang, menahan atau mengambil alih tanker minyak Iran. Tetapi seperti yang kita lihat, Iran mampu menempatkan Amerika dalam apa yang kita sebut ‘dilema keamanan.’ Jika terjadi serangan terhadap kapal tanker minyak, IRI Navy akan langsung bereaksi di Teluk Persia dan menyerang Angkatan Laut AS. Contoh utama dari tanggapan semacam itu adalah ketika Inggris menahan kapal tanker kami di Gibraltar,” ucap Jokar mengingakan.

Menurut Jokar, sekarang ini AS hanya bisa merespons dengan infowar dengan lebih agresif.

Lebih lanjut, menurut Jokar, langkah-langkah yang akan diambil AS untuk melawan Iran dan Venezuela adalah menguasai dan menciptakan suasana di media.

Misalnya, AS menuduh pemerintah Venezuela diduga mencuri cadangan mata uang untuk bertahan hidup dan membayar bantuan Iran. .

“Kami akan melihat bagaimana topik ini akan disebarkan oleh media Amerika dalam beberapa hari mendatang. Atau mereka akan mengatakan bahwa pemerintah Maduro telah menerima bahan bakar dari Iran dan sekarang menjarah cadangan mata uang Venezuela,” imbuhnya.

Tanpa Menggunakan Mata Uang Dolar AS

Selain itu, Jokar juga mencatat bahwa Rusia memainkan peran penting dalam aliansi energi anti-sanksi terhadap AS dan memberikan contoh bahwa negara-negara di bawah sanksi AS dapat mencoba berdagang melalui mekanisme non-dolar:

“Sistem perdagangan non-dolar telah berhasil diuji dalam mode terbatas antara Rusia dan China. Oleh karena itu, Rusia, Iran, dan Venezuela dapat bekerja sama dan kerja sama mereka dapat mencapai titik di mana bahkan kebijakan sanksi ekonomi Trump tidak berdaya.”


SumberSputnik News