Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kapal Tanker Iran

Iran dan Venezuela Akan Bersikap Tegas, Jika AS Berani Mencegat Kapal Tanker Iran Menuju Venezuela

Berita Baru, Internasional – Mengutip Beritabaru.co pada tanggal 15 Mei, mengabaikan sanksi ekonomi AS, Iran mengirim 5 kapal tanker berisi minyak ke Amerika Selatan. Menanggapi hal itu, AS mengatakan akan mencegat 5 kapal tanker tersebut.

Disebutkan bahwa 3 dari 5 kapal tersebut melintasi laut Atlantik, yaitu kapal tanker Fortune, Petunia dan Forest. Sementara 2 kapal lainnya melintasi laut Mediterania, yaitu kapal tanker Faxon dan Clavel.

Mengutip Sputnik, terkait hal itu, utusan Venezuela untuk PBB Samuel Moncada juga memberikan peringatan kepada AS jika mencegat kapal tanker Iran tersebut.

Dalam sebuah cuitan dari akun resmi Moncada pada hari Jumat (22/5), ia menyebutkan bawa Venezuela telah memperingatkan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jendral PBB Antonio Guterres tentang ‘ancaman penggunaan kekuatan militir oleh AS terhadap kapal-kapal Iran yang membawa minyak ke Venezuela.’

Cuitan lain dari Moncada menegaskan bahwa melakukan ‘serangan bersenjata terhadap kapal tanker Iran yang sedang melakukan perdagangan bebas dan melakukan navigasi antara negara-negara berdaulat, adalah kejahatan agresi.’

Moncada juga menambahkan bahwa blokade laut yang dilakukan oleh AS itu diperparah oleh fakta bahwa tujuan dari blokade itu adalah untuk merampas seluruh populasi dari sarana vital subsisten. “Itu adalah kejahatan pemusnahan,” cuit Moncada.

Sebelumnya, mengutip berita dari Wall Street Journal pada hari Rabu (20/5), pemerintah Presiden Trump sedang mempertimbangkan sanksi baru dan langkah hukum lainnya untuk mencegah ekspor minyak Iran ke Venezuela.

Menurut sumber pejabat AS anonim yang dikutip oleh Wall Street Journal, langkah pemerintah Presiden Trump itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap apa yang mereka lihat sebagai upaya Iran ‘untuk membuat terobosan ke Amerika Latin.’

Juru Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi awal pekan ini mengatakan bahwa pihaknya berjanji akan memberikan respon tegas terhadap upaya pencegatan kapal mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Venezuela.

Mousavi mengatakan bahwa AS akan mendapatkan respon yang ‘tidak terpikirkan’ jika mereka berani mencegat kapal tanker Iran ke Venezuela.

“Jika Amerika Serikat mengambil tindakan apapun terhadap pergerakan kapal kami yang bebas dan legal, maka mereka akan menghadapi respon yang tegas dari kami,” ujar Mousavi kepada wartawan pada hari Minggu (17/5).

Mousavi juga menegaskan bahwa jika AS tidak menyukai suatu negara, maka itu tidak bisa dijadikan alasan untuk mencegah perdagangan legal antar negara, memberikan sanksi-sanksi pada negara lain dan menyebabkan masalah bagi negara lain.

Sebelumnya, Mousavi juga sudah memanggil duta besar Swiss yang mewakili kepentingan Washington di Iran untuk mengajukan protes terhadap dugaan adanya rencana Angkatan Laut AS mencegat kapal tanker Iran. Namun dugaan itu sendiri belum dikonfirmasi oleh Gedung Putih maupun Pentagon.

Berbicara kepada duta besar, Wakil Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menyebut upaya AS yang melakukan intimidasi dengan menghambat perdagangan internasional sebagai penyalahgunaan hak asasi manusia yang serius dan “tindakan pembajakan” yang jelas.

Iran juga menolak dengan tegas tuduhan dari Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela Elliott Abrams yang menyatakan bahwa Iran memasok senjata dan peralatan-peralatan yang diperlukan Venezuela untuk memulai kembali kilang minyak Venezuela dengan jaminan emas cadangan Venezuela.

Malahan, pemerintah Iran menyalahkan Washington karena berusaha menghancurkan ekonomi Venezuela dan upaya kudeta Presiden Nicolas Maduro. Dan tuduhan menyelundupkan senjata dan peralatan produksi minyak itu hanya sebagai strategi AS untuk kembali memberi sanksi kepada Iran dan Venezuela.