Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (saat itu) dan mitranya dari China Wang Yi menandatangani perjanjian kerjasama 25 tahun. Foto: Reuters.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (saat itu) dan mitranya dari China Wang Yi menandatangani perjanjian kerjasama 25 tahun. Foto: Reuters.

Iran dan China Mulai Implementasikan Perjanjian 25 Tahun



Berita Baru, Teheran – Iran dan China mulai implementasikan perjanjian 25 tahun, sebuah perjanjian komprehensif yang ditandatangani pada Maret 2021.

Hal disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian saat kunjungan pertamanya dan bertemu langsung dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Jumat (14/1).

“Sambil mempersiapkan kunjungan ke China, kami telah melakukan persiapan untuk dapat menandai hari ini sebagai hari dimulainya implementasi perjanjian komprehensif antara kedua negara,” kata Amirabdollahian.

Namun, Amirabdollahian tidak menyebutkan dan merinci proyek atau bentuk kerja sama apa saja dalam kesepakatan tersebut.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani pada saat Iran masih dipimpin oleh Presiden Rouhani pada Maret 2021.

Saat itu, dilaporkan oleh Al Jazeera, bahwa lingkup kerjasama ‘dua negara musuh AS’ tersebut mencakup kerjasama strategis dalam bidang ekonomi, militer dan keamanan.

Saat itu, kedua negara juga sama-sama mendapatkan sanksi keras dari AS.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke China, Amirabdollahian juga menyampaikan surat dari Presiden Iran Ebrahim Raisi untuk Presiden Xi Jinping.

Amirabdollahian tidak merinci apa isi surat tersebut namun menurutnya surat itu berisi “pesan penting” bagi pemerintahan Presiden Raisi.

Kunjungan Amirabdollahian dilakukan di tengah kesibukan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam menjamu para diplomat beserta sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Wuxi, Jiangsu, termasuk dalam rombongan GCC tersebut adalah diplomat dari Arab Saudi, Kuwait, Oman dan Bahrain.

Selain itu, Iran sendiri sedang sibuk melakukan pembicaraan di Wina yang macet dengan beberapa kekuatan dunia untuk mengembalikan kesepakatan nuklir Iran 2015.

Mengomentari pertemuan tersebut, Amirabollahian mengatakan kepada wartawan bahwa Iran siap untuk mencapai kesepakatan di ibu kota Austria dalam waktu singkat, suatu prestasi yang akan dimungkinkan dengan dukungan China dan Rusia.

Pembacaan pertemuan yang diterbitkan oleh kementerian luar negeri Iran mengutip Wang Yi yang mengatakan China mendukung posisi “logis” Iran dalam pembicaraan Wina.

“Kami berharap pihak Barat juga melanjutkan negosiasi di Wina dengan pandangan realistis yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang juga akan menjamin kepentingan rakyat Iran,” katanya.