Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Intelijen AS Serukan Bahaya China dan Partai Komunis terhadap AS
(Foto: SINDOnews)

Intelijen AS Serukan Bahaya China dan Partai Komunis terhadap AS



Berita Baru, Internasional – Pejabat tinggi intelijen AS dalam beberapa hari terakhir ini menyerukan peringatan tentang bahaya China dan Partai Komunis China ke Amerika Serikat. Retorika tersebut dibangun dengan menyebut bahwa AS adalah korban kebangkitan Komunisme China.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (4/12), Ketua Komite Seleksi Senat untuk Intelijen Marco Rubio (R-FL) dan Wakil Ketua Mark Warner (D-VA) mengatakan mereka setuju dengan Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe “bahwa China memiliki keamanan nasional terbesar yang merupakan ancaman bagi Amerika Serikat. Landasan kami jelas: Partai Komunis China tidak akan berhenti untuk menggunakan dominasi globalnya.”

Sehari sebelumnya, seperti dilansir dari Sputnik News, Ratcliffe menulis di Wall Street Journal dengan mengatakan bahwa “Republik Rakyat China merupakan ancaman terbesar bagi Amerika saat ini, dan ancaman terbesar bagi demokrasi dan kebebasan di seluruh dunia sejak Perang Dunia II. ”

Ratcliffe mengklaim bahwa Beijing bermaksud mendominasi AS dan seluruh planet secara ekonomi, militer, dan teknologi melalui rencana spionase besar-besaran untuk mencuri kekayaan intelektual dari AS, meniru teknologi, kemudian menyingkirkan perusahaan yang sama dari pasar – sebuah strategi yang disebutnya dengan “merampok, mereplikasi, dan mengganti”.

Artikel Ratcliffe yang terbit di Wall Street Journal tidak sebatas menyerang Partai Komunis China, namun juga peringatan tentang bahaya yang ditimbulkan oleh warga negara China terhadap kekayaan intelektual dan rahasia penelitian dan pengembangan. Dia juga manambahkan bahwa FBI sering melakukan penangkapan terhadap mereka.

Hegemoni isu semacam ini menimbulkan diskriminasi terhadap sekitar 5,1 juta orang Amerika keturunan China, yang berpotensi menjadi sasaran rasisme, terutama sejak pemerintahan Donalad Tump.

Rubio dan Warner menyimpulkan hal serupa dan mengatakan bahwa “infiltrasi Beijing terhadap masyarakat AS telah disengaja dan berbahaya karena mereka menggunakan setiap instrumen pengaruh yang tersedia untuk mempercepat kebangkitan mereka dengan mengorbankan Amerika.”

“Ini adalah momen penting kami dan kami harus berdiri tegak. Amerika Serikat tidak boleh dan tidak dapat menerima upaya Beijing untuk menggunakan dominasi, sambil mengabaikan norma hukum internasional dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang parah untuk mencapai tujuan mereka,” tambahnya. “Kami telah membuat kemajuan yang cukup besar dalam menyeimbangkan kembali hubungan AS-China dan meletakkan penanda yang jelas untuk kebijakan AS ke depan, dan kami tidak akan berpangku tangan saat Partai Komunis China berusaha untuk merusak ekonomi dan keamanan nasional kami.”