Inspiratif, Sriyono Penyandang Disabilitas Pendiri Sekolah PAUD

    Sriyono
    Sriyono saat mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (foto:istimewa)

    Berita Baru, BloraSriyono Abdul Qohar (36) sempat merasa putus asa saat melamar menjadi guru di berbagai sekolah di Blora, Jawa Tengah sejak lulus dari D2 STAIM Blora tahun 2005.

    Ia telah melamar untuk menjadi guru mulai dari sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs) baik sekolah negeri maupun swasta.

    Sekitar empat tahun lamanya ia melamar ke sekolah-sekolah. Informasi lowongan guru ia dapatkan dari rekan-rekannya dan penolakan pun selalu ia dapatkan.

    Pihak sekolah yang ia lamar, menurutnya, menolak dengan alasan posisi guru sudah tak ada. Namun, ia tak patah semangat.

    Gagal melamar menjadi guru, ia melanjutkan S1 STAIM Blora lulus tahun 2009.

    Mendirikan Sekolah PAUD

    Satu tahun sebelum ia lulus, Sriyono berinisiatif untuk mendirikan sekolah. Tahun 2008 ia mendengar informasi pemerintah pusat sedang mencanangkan program sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    Ia kemudian mencari informasi tentang pendirian sekolah PAUD. Pada tahun ajaran 2008/2009, Sriyono berhasil mendirikan sekolah PAUD dengan mengundang serta mengumpulkan orang tua di sekitar rumahnya yang mempunyai anak usia PAUD.

    Pada awal mendirikan sekolah itu ia mendapatkan respon yang baik dari warga sekitar. Pada waktu itu siswa yang bersekolah berjumlah 23 anak.

    Kemudian Sriyono mengajukan proposal ijin sekolah PAUD, dan pada 1 November 2009 sekolah PAUD nya resmi mendapatkan ijin dari Pemerintah Kabupaten Blora.

    Sekolah yang ia dirikan bernama PAUD Gembira Ria. Lokasinya berada di tanah kelahiranya yakni Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Blora.

    Sriyono tengah mengajar di sekolah PAUD miliknya

    Konsep yang ia tawarkan adalah sekolah inklusi gratis untuk anak-anak usia dini. Ia mengajar di PAUD Gembira Ria dengan bermodalkan semangat mengajar.

    Meskipun dengan dana yang terbatas, perlengkapan seadanya. Namun rekan-rekannya yang membantu mengajar tetap semangat membantu Sriyono

    Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Sriyono.Menurutnya, meskipun Sriyono penyandang tuna daksa. Namun ia tetap semangat dalam membantu masyarakat di sekitarnya.

    “Ketika yang difabel punya karya yang bermanfaat untuk masyarakat dan meraih penghargaan dari negara, bagaimana dengan kita?” ujar Arief dalam postingan Instagram pribadinya, Kamis (23/1)

    Facebook Comments
    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini