Inovasi “Gel Pintar” yang Dapat Berubah Bentuk Karena Cahaya

-

Berita Baru , Kanada –  Terinspirasi oleh kulit sotong, gurita, dan cumi-cumi yang berubah warna, para insinyur di Universitas Rutgers telah menciptakan gel pintar dari teknik cetak 3D yang berubah bentuk saat terkena cahaya.

Dilansir dari Eurekalert.com , Material ini dapat diaplikasikan menjadi otot buatan dan dapat mengarah pada kamuflase militer baru, robotika ringan, dan tampilan dekorasi yang fleksibel .

Disini para insinyur juga mengembangkan bahan elastis cetak 3D yang dapat berubah warna saat terjadi perubahan cahaya, menurut studi mereka di jurnal ACS Applied Materials & Interfaces.

Penemuan mereka meniru kemampuan spesies cephalopoda yang luar biasa seperti sotong, gurita, dan cumi-cumi untuk mengubah warna dan tekstur kulit lembut mereka untuk kamuflase dan komunikasi. Hal Ini dicapai dengan ribuan sel pengubah warna, yang disebut kromatofor, di kulit mereka.

Berita Terkait :  Kasus Kembali Naik, Filipina Lockdown lagi

“Layar elektronik ada di mana-mana dan meskipun ada kemajuan luar biasa, seperti menjadi lebih tipis, lebih besar dan lebih cerah, rata-rata yang beredar masih didasarkan pada bahan yang kaku. Sehingga membatasi bentuk yang dapat mereka ambil dan bagaimana mereka berinteraksi dengan permukaan 3 Dimensi,” kata penulis senior Howon Lee, seorang asisten. profesor di Departemen Teknik Mesin dan Dirgantara di Sekolah Teknik di Universitas Rutgers-New Brunswick, Pada Selasa (05/01)

Berita Terkait :  Masalah Mental Dialami Anak-anak dari Orang Tua yang Bercerai

“Penelitian kami mendukung pendekatan teknik baru yang menampilkan kamuflase yang dapat ditambahkan ke bahan yang lembut dan menciptakan tampilan yang fleksibel dan berwarna.” Tambah peneliti.

Insinyur Rutgers mengembangkan hidrogel yang dapat dicetak 3D, atau gel pintar, yang dapat merespon kadar cahaya dan mengubah bentuk sebagai hasilnya. Hidrogel, yang menjaga bentuknya dan tetap padat meski mengandung air, secara alami ditemukan dalam tubuh manusia, Jell-O, popok dan lensa kontak, dan lain lain.

Berita Terkait :  Konsumsi Biji Wijen dapat Mengurangi Risiko Parkinson

Para insinyur memasukkan bahan nano penginderaan cahaya ke dalam hidrogel, mengubahnya menjadi otot buatan yang berkontraksi sebagai respons terhadap perubahan cahaya. Gel cerdas pendeteksi cahaya, dikombinasikan dengan bahan elastis cetak 3D, berubah warna, sehingga menghasilkan efek kamuflase.

Berita Terkait :  Inovasi Baru! Program Rehabilitasi Robotik Efisien Tangani Pasien Stroke

Langkah selanjutnya termasuk pengembangan produk dalam rangka meningkatkan sensitivitas teknologi, waktu respons, skalabilitas, pengemasan, dan daya tahan.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Netflix Bergabung dengan YouTuber Virtual untuk Streaming Anime

TERBARU

Facebook Comments