Berita

 Network

 Partner

Sertifikat Vaksin
Kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Turki. (Foto: Kemenlu RI)

Indonesia dan Turki Sepakat Saling Akui Sertifikat Vaksin

Berita Baru, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Turki sepakat saling mengakui sertifikat vaksin yang diterbitkan oleh masing-masing negara, selain itu kedua negara juga bersepakat untuk pengembangan pesawat dan tank.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada “Mutual Recognition on Vaccine Certificates” itu dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menlu Retno dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di Ankara, Turki, pada Selasa (12/10).

Dalam deklarasi bersama kedua negara, tertuang pokok-pokok kerja sama tersebut.

Pertama, pengakuan bersama dan interoperabilitas sertifikat vaksin dan hasil tes usap PCR kedua negara.

Kedua, pengakuan serta penerimaan semua jenis vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun dari instansi berwenang kedua negara.

Berita Terkait :  Menlu Retno: Diplomasi Bergerak Dukung Ketahanan dan Kemandirian Nasional di Bidang Kesehatan

“Dan ketiga, penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan kedua negara,” kata Retno ketika menyampaikan keterangan persnya, Rabu (12/10).

Menlu Retno mengatakan pengembangan kerja sama pengakuan sertifikat vaksin akan dilakukan oleh kementerian kesehatan kedua negara.

Indonesia dan Turki juga membahas kerja sama jangka panjang di bidang kesehatan, antara lain dengan memulai pengadaan bahan baku obat.

Dalam hal ini, Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) telah melakukan pembicaraan dengan salah satu perusahaan farmasi terkemuka Turki yaitu Abdi Ibrahim.

Kedua perusahaan tersebut sepakat untuk menjajaki kerja sama industri farmasi serta menjajaki kemungkinan berbagi teknologi dan memproduksi produk farmasi, yaitu parasetamol, di fasilitas PT KPI di Indonesia.

Berita Terkait :  Menlu Sebut Indonesia akan Dapat Vaksin Gratis 3-20% Penduduk

“Tentu pemerintah berharap agar kerja sama industri farmasi ini dapat memperkuat pemenuhan pasokan kebutuhan domestik dan dapat mengurangi impor bahan baku obat kita,” tutur Menlu Retno.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Turki sepakat untuk membentuk pengaturan koridor perjalanan untuk terus memfasilitasi hubungan bisnis tanpa mengabaikan faktor kesehatan.

Kedua negara juga setuju untuk mempercepat Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA), yang perundingannya telah berjalan sejak 2018.

“Pendekatan yang dilakukan adalah incremental (secara bertahap—red) mulai dengan perundingan trade in goods (perdagangan barang—red). Jadi sekali lagi di dalam pertemuan tadi, kita sepakat untuk mempercepat perundingan agar kita dapat menyelesaikan IT-CEPA ini secepat dan sebaik mungkin,” kata Retno.

Berita Terkait :  Indonesia dan Turki Sepakat Kerjasama Riset dan Inovasi