Berita

 Network

 Partner

Berlian
Ilmuwan berhasil menciptakan berlian dengan teknik tekanan tinggi, Sumber : Dailymail.co.uk

Ilmuwan Berhasil Menciptakan Berlian dalam Hitungan Menit

Berita Baru , Australia – Ilmuwan berhasil menciptakan berlian hanya dalam beberapa menit untuk pertama kalinya di dalam laboratorium hanya pada suhu ruangan dengan menerapkan teknik gaya tekanan khusus

Dilansir dari Dailymail.co.uk , Pada dasarnya, berlian terbentuk lebih dari tiga miliar tahun yang lalu jauh di dalam tanah. Saat ini para ilmuwan telah menciptakan batu mulia hanya dalam beberapa menit di dalam laboratorium.

Gabungan tim peneliti internasional menciptakan kembali berlian seperti pada cincin pernikahan pada suhu kamar menggunakan “landasan berlian”, dimana ini merupakan perangkat bertekanan tinggi yang memampatkan potongan-potongan kecil ke tekanan yang ekstrim.

Mereka menggunakan karbon kristal untuk percobaan dan kemudian memberikan gaya puntir atau gaya geser pada alat tersebut.

Kedua berlian tersebut dibentuk bersama seperti pita dengan struktur “inti bercangkang”. Dengan mengikuti perlakuan tekanan tinggi pada suhu kamar, dimana tekanan yang dihasilkan menurut para ahli setara dengan 640 gajah Afrika dalam satu titik.

Berita Terkait :  Semakin Ketat, Discord Turut Luncurkan Pesaing Clubhouse

Berlian buatan laboratorium ini, diciptakan oleh Universitas Nasional Australia (ANU) dan Universitas RMIT, yang telah menghasilkan berlian di lingkungan laboratorium – tetapi hanya dengan menggunakan panas dari tekanan.

Penemuan tak terduga baru ini menunjukkan batuan Lonsdaleite dan berlian biasa juga dapat terbentuk pada suhu ruangan normal hanya dengan menerapkan tekanan tinggi.

Jodie Bradby, seorang fisikawan di ANU, mengatakan kepada media : “ Semuanya tergantung bagaimana kami menerapkan tekanan, disini kami membiarkan karbon mengalami sesuatu yang disebut pergeseran, yang seperti gaya puntir atau gaya geser”

“ Kami pikir ini memungkinkan atom karbon bergerak ke tempatnya membentuk lonsdaleit dan berlian biasa, seperti yang ditemukan pada cincin pertunangan”

Berita Terkait :  56 Orang Tewas Saat Pemakaman Soleimani

“ Kami tidak melakukan ini dalam hal yang super menakjubkan atau eksplosif. Kami hanya meremas dan menekan material bersama-sama pada tekanan ekstrim, dan semuanya terjadi hanya dalam beberapa menit saja” tambah Jodie

Peneliti bersama Profesor Dougal McCulloch dan timnya di RMIT menggunakan teknik mikroskop elektron canggih untuk dapat melihat irisan padat dan utuh dari sampel eksperimental untuk membuat gambaran tentang bagaimana dua jenis berlian terbentuk.

“Dari ambar kami menunjukkan bahwa berlian biasa hanya terbentuk di tengah urat batuan Lonsdaleite di bawah metode tekanan baru yang dikembangkan oleh tim lintas institusi kami,” kata McCulloch.

“Adanya urat berlian yang terbentuk seperti di Lonsdaleite dan berlian biasa ini untuk pertama kalinya sungguh menakjubkan dan sangat membantu kami memahami bagaimana mereka bisa terbentuk.”

Berita Terkait :  Penghasil Karbon Terbesar, AS dan China Berkomitmen Mengatasi Masalah Perubahan Iklim

Lonsdaleite, dinamai menurut ahli kristalografi Dame Kathleen Lonsdale, wanita pertama yang terpilih sebagai Anggota Royal Society, memiliki struktur kristal yang berbeda dengan berlian biasa.

Para peneliti berharap terobosan mereka yang dianggap menentang alam ini memungkinkan mereka mengembangkan berlian yang sangat keras untuk keperluan industri seperti alat pemotong yang ditemukan di lokasi tambang.

“Proses apa pun pada suhu ruangan jauh lebih mudah dan lebih murah untuk direkayasa daripada proses yang harus Anda jalankan pada di suhu beberapa ratus atau seribu derajat,” kata Prof Bradby.

“ Sayangnya saya tidak berpikir itu berarti berlian yang lebih murah untuk cincin pertunangan”

“Tapi berlian Lonsdaleite kita bisa menjadi sahabat penambang jika kita bisa menyelamatkan mereka karena mereka harus mengganti mata bor yang mahal sesering mungkin.”