Berita

 Network

 Partner

Gus Fahrur
Ahmad Fahrur Rozi, Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI). (Foto: Istimewa)

Ikatan Gus-gus Indonesia Tolak Said Aqil Pimpin PBNU Tiga Priode

Berita Baru, Jakarta – Meski telah sukses memimpin NU selama dua periode, Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI), menolak KH. Said Aqil maju kembali untuk periode ketiga di Muktamar ke-34.

Ketua IGGI, Ahmad Fahrur Rozi mengungkap alasan penolakan tersebut adalah untuk menghindari adanya kejenuhan dalam kepemimpinan NU sehingga harus dipimpin orang baru.

“Jadi gus-gus muda ini sudah ketemu menginginkan bahwa ini banyak yang antre. Pak Said sudah bagus sukses 2 periode. Maka kami ingin yang baru lagi supaya tidak jenuh,” jelas Gus Fahrur, sapaan akrabnya, dikuti dari detikcom, Sabtu (9/10).

Fahrur berharap ada regenerasi di PBNU. “Kami berharap kan ada kader baru. Kan bayak stok itu, ada Gus Yahya, Kiai Mutawakil, ada banyak nama kalau disebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Said Aqil menegaskan bahwa pencalonannya hingga 3 periode tidak melanggar AD ART. Sebab, tidak ada batasan. Ia mencontohkan Gus Dur yang pernah menjabat Ketum PBNU hingga 3 periode.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua PWNU Jatim itu menyebut situasi dan kondisi era Gus Dur berbeda dengan saat ini. “Ya itu kan sebelum era reformasi. Sekarang kan sudah reformasi. Pak Harto juga 6 periode,” tutur Fahrur.

Fahrur memberikan contoh KH. Hasyim Muzadi, yang menolak maju untuk periode ketiga, meski memiliki peluang besar menang. Untuk itu, Fahrur berharap Kiai Said menyadari dan legowo untuk tidak maju.

“Makanya kami berharap beliau, Pak Ketum itu menyadari. Bahwa situasi sudah berubah dan legowo-lah. Seperti dulu Pak Hasyim Muzadi 2 periode kan tidak maju lagi. Kami berharap regenerasi ini rata,” ungkapnya.

“Seperti Gus Dur mengkader Pak Hasyim, Pak Hasyim mengkader Pak Said Aqil. Hari ini siapa, mengkader siapa,” tambah Gus Fahrur.

Sebaliknya, IGGI bakal mendukung KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam muktamar NU Desember 2021. “Kalau di IGGI itu (Dukung) Gus Yahya,” kata Fahrur.

Fahrur kemudian membeberkan sejumlah alasan mengapa menjatuhkan dukungan ke Gus Yahya. Selain masih muda, Gus Yahya juga pernah dikader langsung Gus Dur.

“Ya karena sesama gus, muda, pintar, terus pengalaman internasionalnya dapat. Terus dikader oleh Gus Dur sebagai jubir,” tutur pria yang juga Pengasuh Ponpes Annur Bululawang, Malang.

Menurut Fahrur, dukungan kepada Gus Yahya bukan hanya dari IGGI saja. Ia mengklaim sudah ada 28 wilayah yang menyatakan dukungan kepada kakak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tersebut.

“Kalau wilayah-wilayah yang saya tahu karena saya ikut pertemuan itu sudah ada 28 wilayah. Hampir semua wilayah (sudah menyatakan dukungan),” ujar Fahrur.

“Tapi kalau Jateng saya belum tahu. Karena pemilih itu kan wilayah dan cabang. Tapi untuk tingkatan wilayah itu saya sudah ikut pertemuan. Itu sudah kayaknya confirm Gus Yahya semua,” tukasnya.

Berita Terkait :  Ansor Sumenep Lakukan Akreditasi 17 Ranting se-Gapura