Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hoax Tentang Solusi Penularan dan Pengobatan Covid-19
(Foto: GETTY )

Hoax Tentang Solusi Penularan dan Pengobatan Covid-19

Berita Baru, Internasional – Wabah virus Corona atau Covid-19 telah merebak di banyak negara di dunia. Hal tersebut dibarengi dengan merebaknya berbagai saran atau nasihat kesehatan palsu, mulai dari yang tidak berguna tetapi memiliki nilai bahaya sampai dengan yang benar-benar membahayakan. Padahal hingga kini, belum ditemukan obat untuk menagkal virus tersebut.

Berikut rangkuman Berita Baru mengenai beberapa klaim palsu yang tersebar dengan cepat di media online beserta fakta sainsnya yang dilansir dari BBC, Senin (9/3).

1. Bawang putih

Banyak postingan tersebar di media sosial Facebook yang menyebut bahwa memakan bawang putih dapat mencegah infeksi.

WHO (World Health Organization) mengatakan bahwa meskipun dengan mengkonsumsi makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba, tidak ada bukti bahwa makan bawang putih dapat melindungi orang dari virus Corona.

Dalam banyak kasus, solusi semacam ini tidak berbahaya bagi diri mereka sendiri, namun bisa menjadi kampanye profokatif yang bisa membuat orang mengabaikan saran dokter yang lebih valid.

Menurut laporan The South China Morning Post, seorang wanita China harus menjalani perawatan di rumah sakit karena masalah tenggorokan yang meradang setelah mengkonsumsi 1,5 kg bawang putih mentah.

Secara umum memakan buah dan sayuran serta air minum baik untuk kesehatan.namun hal tersebut tidak berrarti dapat membantu melawan virus, khususnya Corona.

2. Air Mineral Ajaib

YouTuber Jordan Sather, influencer dengan ribuan followers di berbagai platform mengatakan bahwa suplemen mineral ajaib yang disebutnya MMS yang mengandung zat pemutih, dapat menghilangkan virus Corona.

Sather dan influencer lainnya mengkampanyekan ini bahkan sebelum wabah virus Corona merebak luas. Pada bulan Januari ia mentweet bahwa, “klorin dioksida (alias MMS) bukan pembunuh sel kanker yang efektif, tetapi juga dapat menghapus virus corona”.

Tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan tentang bahaya meminum MMS bagi kesehatan. Otoritas kesehatan di negara lain juga telah mengeluarkan peringatan tentang hal itu.

FDA mengatakan “tidak mengetahui adanya penelitian yang menunjukkan bahwa produk-produk ini aman atau efektif untuk mengobati penyakit apa pun”. FDA juga memperingatkan bahwa meminum MMs dapat menyebabkan mual, muntah, diare dan gejala dehyrdation parah.

3. Pembersih tangan buatan rumah

Salah satu upaya pencegahan virus Corona adalah dengan rajin mencuci tangan, hal ini berakibat pada langkanya ketersediaan gel sanitiser tangan. Hal ini juga terjadi di Italia, salah satu negara di luar China dengan kasus terinfeksi yang relative tinggi.

Meski ketersediaannya ikut langka, beberapa merk sanitizer di negara itu di duga hanya sebatas desinfektan yang lebih cocok untuk membersihkan permukaan kulit dan tidak dapat mencegah penularan virus sama sekali.

Profesor Sally Bloomfield di London School of Hygiene dan Tropical Medicine  mengatakan, bahwa dia tidak percaya orang-orang bisa membuat produk yang efektif untuk membersihkan tangan di rumah – bahkan vodka hanya mengandung 40% alkohol.

Untuk membersihkan permukaan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa disinfektan rumah tangga yang paling umum harus efektif.

4. Minuman perak

Pada sebuah acara televangelist AS Jim Bakker penggunaan koloid perak dipromosikan sebagai salah satu pencegah virus. Perak koloid adalah partikel kecil dari logam yang tersuspensi dalam cairan. Salah satu bintang tamu pada acara tersebut mengklaim solusi itu dapat membunuh beberapa jenis virus corona dalam waktu 12 jam. Sementara ia juga mengaku bahwa klaim tersebut belum dilakukan pengujian terhadap Covid-19.

Pendapat tersebut telah banyak dibagikan di laman sosial media, terutama Facebook, bahwa solusi tersebut bisa menjadi alternatif pengobatan yang efektif untuk virus Corona.

Para pendukung opini tersebut berargumen bahwa koloid perak dapat mengobati semua jenis penyakit, ia berfungsi sebagai antiseptik dan menyebutnya sebagai pembantu sistem kekebalan tubuh.

Namun demikian, otoritas kesehatan AS menyebut bahwa tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa jenis perak ini efektif untuk kondisi kesehatan apa pun. Lebih penting lagi, ini dapat menyebabkan efek samping yang serius termasuk kerusakan ginjal, kejang dan argyria – suatu kondisi yang membuat kulit membiru.

Akibatnya, berita tersebut kini mendapat peringatan pop-up dari layanan pengecekan fakta Facebook.

5.  Panaskan dan hindari es krim

Ada berbagai argument dan opini yang menyebut bahwa panas dapat membunuh virus. Hal tersebut berimplikasi pada perekomendasian meminum air panas hingga mandi air panas, atau bahkan menggunakan pengering rambut.

Sebuah postingan mengklaim bahwa minum air panas dan paparan sinar matahari akan membunuh virus, dan menyebut bahwa es krim harus dihindari. Postingan yang mengaitkan dengan Unicef  itu di salin dan diposting oleh akun lain hingga tersebar ke berbagai negara.

Charlotte Gornitzka, salah satu anggota Unicef ​​tentang kesalahan informasi Coronavirus mengatakan: “Pesan online yang keliru baru-baru ini yang dimaksudkan sebagai komunikasi Unicef ​​tampaknya menunjukkan bahwa menghindari es krim dan makanan dingin lainnya dapat membantu mencegah timbulnya penyakit. Ini adalah , tentu saja, sepenuhnya tidak benar. “

Kami tahu virus flu tidak bertahan dengan baik di luar tubuh selama musim panas, tetapi kami belum tahu bagaimana panas berdampak pada virus Corona baru.

Di luar tubuh, “untuk secara aktif membunuh virus, Anda memerlukan suhu sekitar 60 derajat Celsius”, kata Profesor Bloomfield.

Mencuci linen tempat tidur atau handuk pada suhu 60C adalah ide yang baik, karena ini dapat membunuh virus dalam kain. Tapi itu bukan pilihan yang baik untuk mencuci kulit Anda.

Dan mandi air panas atau minum cairan panas tidak akan mengubah suhu tubuh Anda yang sebenarnya, yang tetap stabil kecuali Anda sudah sakit.