Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Gunadarma Geruduk Istana Negara

-

Berita Baru, Jakarta – Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2020, sekitar 400 Mahasiswa Universitas Gunadarma geruduk Istana Negara, di Jalan Merdeka Barat, Rabu (28/10).

“Aksi hari ini, kawan-kawan aliansi Mahasiswa Gunadarma dari tiga region, Depok, Kalimalang dan Salemba itu turun ke Istana Negara berakhir disini di Tugu Proklamasi,” kata Koodinator aksi Aliansi Mahasiswa Gunadarma, Jack Sinaga.

Jack menjelaskan, aksi yang dilakukan pihaknya tak terlepas dari penolakan terhadap Undang-undang (UU) omnibus law cipta kerja yang dinilainya cacat konstitusi.

“Landasan kita yang paling kuat adalah pembudayaan cacat konstitusional dalam proses pembuatan undang-undang,” jelasnya.

“Sebenarnya sudah diatur sama konstitusi kita, dimana dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak mengikuti konstitusi tersebut,” lanjut Jack.

Dirinya mengklaim, telah melakukan kajian terhadap UU Cipta Kerja (Ciptaker) dan menganggap mayoritas dari pasal tersebut justru menguntungkan oligarki serta mengesampingkan rakyat.

“Kawan-kawan mengkaji dari beberapa pasal dan dari beberapa draft dan sebenernya kita pertanyakan kenapa draftnya bisa berubah-rubah, dikonstitusi pun jelas ada naskah akademik yang harus disahkan, sekarang mengenai pasal per pasal yang kita anggap yang mayoritas hanya menguntungkan oligarki semata,” papar Jack.

Selain itu, Jack menduga, ketergesahan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam mengesahkan undang-undang itu merupakan titipan elit politik.

“Dugaan kita, bahwasannya disini DPR cukup tergesah-gesah gitu, menjadikan pembuatan undang-undang ini sebuah proyek dan kita mengasumsikannya sebagai sebuah titipan, dimana undang-undang ini harus cepat jadi gitu,” ungkapnya.

“Sedangkan, tidak memperhatikan tingkat korupsi yang ada, tidak mempertimbangkan lingkungan hidup yang ada, tidak mempertimbangkan buruh yang bekerja,” sambung Jack.

Tak dipungkirinya, aksi serupa akan terus dilakukan Mahasiswa seluruh Indonesia sampai UU Omninus Law Ciptaker dicabut atau diterbitkannya perpu.

“Kupikir seluruh Mahasiswa di Indonesia bakalan konsisten untuk menolak omnibus law ini sampai dicabut melalui perpu,” tutup Jack.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments