Hari AIDS Sedunia, LBH APIK Rindukan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi

-

Berita Baru, Jakarta – Dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day, Beritabaru.co menghadirkan Direktur LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Jakarta Siti Mazuma sebagai narasumber pada program #BERCERITA24 dengan tema “Akses Layanan Hukum Bagi Perempuan Dengan HIV-AIDS”, Selasa (01/12).

Wanita yang akrab dipanggil Zuma itu mengaku, merindukan Menteri Kesehatan (Menkes) Periode 2012-2014 yakni Nafsiah Mboi, baginya sosok Menkes dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, peduli terhadap nasib Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Perempuan Dengan HIV/AIDS (PDHA).

“Kalo saya banyak mendapat diskusi dan cerita dari kawan-kawan organisasi yang memang fokus ke HIV, kita tuh merindukan Menteri Kesehatan 2014, Ibu Nafsiah Mboi,” kata Zuma.

Disebutkan Zuma, jasa Menkes Nafsiah Mboi yang tak telupakan adalah membentuk komisi khusus yang fokus terhadap penanganan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). 

“Sampai ada Komisi penanganan AIDS Nasional, bagaimana kebijakan kebijakan beliau sangat bisa dirasakan oleh kawan-kawan dengan HIV,” tuturnya.

Dirinya menceritakan, semasa menjabat Menkes RI kala itu, Nafsiah Mboi sempat mengajak ODHA dan PDHA untuk mengetahui hal yang mereka butuhkan. Bahkan, hingga kini Nafsiah Mboi dikatakan Zuma, masih aktif memberikan akses pelayanan kesehatan kepada kaum yang kerap dikucilkan tersebut. 

“Pernah sekali ngajak diskusi kawan –kawan (ODHA dan PDHA, red) terkait dengan kebutuhannya gitu dan jujur saya juga merindukan beliau walaupun sudah sepuh tapi beliau masih banyak membantu kawan-kawan dengan HIV AIDS untuk mendapat akses layanan kesehatan, agar diterima masuk Rumah Sakit,” cerita Zuma.

Zuma tak enggan mengakui keberhasilan mantan Menkes RI itu, menurutnya, Nafsiah Mboi kerap mengambil kebijakan yang berpihak pada ODHA dan PDHA meski sering kali ditentang kaum yang dianggap kurang pro pada penderita HIV/AIDS.

“Kita betul-betul butuh pemimpin yang tegas dan melindungi rakyatnya, misalkan dalam kebijakan ini ditentang oleh sebagian kelompok, karena, sebagian kelompok masyarakat kita masih menganggap HIV/ADIS itu sebagai kutukan, sebagai aib. Tetapi, beliau engggak, ketika ada kelompok rentan mengalami diskriminasi atau ketidak-adilan akses layanan kesehatan, beliau adalah orang yang sangat berani menunjukan keberpihakan kepada temen-temen dengan AIDS,” Zuma memaparkan.

“Menteri Kesehatan yang menurut saya paling keren pada jamannya, berbagai macam kebijakan–kebijakan yang sudah dia lakukan dan dirasakan manfaat nya oleh kawan-kawan,” tambahnya.

Tentang LBH APIK Jakarta

LBH APIK Jakarta fokus memberikan pelayanan hukum bagi perempuan yang ingin memperoleh keadilan. Baik kekerasan fisik seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Direktur LBH APIK Jakarta mengajak kaum perempuan yang kerap menjadi korban kekerasan untuk tidak takut melaporkan hal yang dialami kepada pihak berwajib.

Pihaknya mengaku siap membantu perempuan yang sedang mencari keadilan terhadap berbagai yang dialami.

“Kita harapkan ketika temen-temen dapat ancaman, pertama kali upayakan untuk dapat menghubungin LBH, khususnya LBH APIK, ada namanya safenet, awasKBGO ataupun lembaga –lembaga lain, ini yang bisa membantu teman-teman dan itu bisa diakses secara gratis, jadi jangan mengkhawatirkan soal pembiayaan,” pesan Zuma.

Lebih lanjut, Zuma menjelaskan, pihaknya membuka layanan online untuk perempuan-perempuan tersebut. Supaya mendapatkan pendampingan hukum, setidaknya dapat memberikan tempat yang aman bagi perempuan korban kekerasan.

Terkini, LBH yang berdiri sejak Tahun 1995 tersebut, telah memiliki ‘Rumah Aman’ yang tersebar di 10 Kota/Kabupaten. Tak main-main, LBH APIK Jakarta secara khusus telah bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Fungsinya, memberikan keamanan, pelayanan hukum, serta perlindungan pada korban.

Sampai saat ini, setidaknya sudah ada 10 ‘Rumah Aman’ bagi korban diantaranya Medan, Padang, Batam, Maumere dan Soe (NTT), Sulawesi Tenggara serta Maluku.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments