Hampir 50 Ribu Orang Meninggal Akibat Covid-19 di AS

Covid-19 Iran

Berita Baru, Internasional – Penyebaran virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) semakin meluas. Hingga Jumat (24/4) hampir 50 ribu orang dinyatakan meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Dilansir dari CNN berdasarkan data statistik John Hopkins University, angka kematian akibat Covid-19 di AS mencapai 49.861 orang dari 868.395 kasus positif per hari ini.

Negara bagian New York merupakan wilayah yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi yaitu mencapai 263.460 pasien dengan angka kematian sebanyak 20.971 orang.

Sementara, New Jersey, Massachusetts, dan California, menjadi negara bagian dengan kasus terbanyak kedua, ketiga, dan keempat di AS.

Kasus kematian akibat Covid-19 paling banyak ialah di Kota New York yaitu mencapai 16.388 pasien.

Berdasarkan jumlah tersebut, AS menjadi negara yang paling banyak terdampak penyebaran pandemi Covid-19. Sampai saat ini AS menjadi negara dengan kasus serta kematian tertinggi di dunia.

Beberapa ahli menilai hal itu diakibatkan oleh minimnya pemeriksaan dan tes Covid-19. Yang kemudian mengindikasikan jumlah kasus terinfeksi lebih banyak lagi dari yang sudah dilaporkan.

Pada pekan lalu, AS mencatat dua kali rekor kematian tertinggi dalam sehari yakni 4.591 orang pada Kamis (16/4), dan Jumat (17/4) 3.856 orang.

Angka-angka kematian tersebut dinilai belum menggambarkan jumlah sebenarnya kematian akibat Covid-19 yang belum masuk dalam laporan.

Sebelumnya, seorang perempuan di California, Patricia Dowd, diduga menjadi pasien pertama yang meninggal akibat Covid-19. Perempuan itu meninggal pada 6 Februari lalu. 

Namun, AS melaporkan kematian pertama pada 29 Februari 2020 yakni seorang pria berusia 50 tahun di negara bagian Washington.

Meski demikian, sejumlah negara bagian seperti Georgia dan Texas berencana akan melonggarkan sejumlah kebijakan pembatasan pergerakan.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan