Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hama Tikus Serang Padi Petani, Bupati Gresik Pecahkan Solusi

Hama Tikus Serang Padi Petani, Bupati Gresik Pecahkan Solusi



Berita Baru, Gresik – Serangan hama tikus menjadi salah satu faktor rusaknya tanaman padi petani hingga mengalami gagal panen. Hal tersebut dikeluhkan para petani, khususnya petani Desa Gredek Kecamatan Duduk Sampeyan.

Keluhan para petani bahkan disampaikan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan blusukan di desa tersebut. Mereka berharap agar orang nomor satu di Gresik itu segera memecahkan solusi mengatasi permasalahan yang terjadi.

Akhir-akhir ini, Bupati yang akrab disapa Gus Yani memang kerap ke desa-desa. Tujuannya adalah mendengar keluh kesah sekaligus menanggulangi persoalan yang dialami petani.

As’ad (50), seorang petani Desa Gredek menyampaikan keluhannya kepada Bupati Gus Yani. Ia menceritakan bahwa selama ini para petani menggunakan metode setrum untuk menghalau hama tikus. 

Namun menurutnya, metode ini dinilai kurang efektif dan justru menimbulkan resiko yang cukup besar. Tak jarang menimbulkan korban jiwa karena tersengat setrum jebakan tikus sawah. 

“Menurut kami metode setrum ini tidak efektif pak Bupati. Tolong kami dicarikan solusi,” pinta As’ad. 

Merespon keluhan itu, Bupati Gus Yani menjelaskan, pihaknya saat ini telah menyiapkan alternatif sebagai langkah awal dengan mendirikan rumah burung hantu (rubuha). Sehingga diharapkan bisa menjadi penyeimbang ekosistem serta mampu meminimalisir merebaknya hama tikus. 

Langkah kedua, Bupai Gus Yani ingin adanya satu terobosan dengan menciptakan alat yang bisa mengusir tikus dengan menimbulkan suara ultrasonik. Langkah ini perlu dilakukan uji coba untuk melihat seberapa besar efektif kegunaan alat tersebut. 

“Kita sedang memperlajari bagaimana caranya menciptakan suatu alat untuk mengusir tikus. Misalnya saja kita ciptakan suatu alat semacam robot yang menimbulkan suara ultrasonic yang dapat mengusir hama tikus tersebut,” kata Bupati Gus Yani. 

Sementara petani lain, Syarifuddin juga mengutarakan keluhannya terkait tingginya biaya produksi panen. Ia membeberkan bahwa tingginya biaya diakibatkan karena belum tersedianya Jalan Usaha Tani (JUT). Hal itu berakibat pada biaya angkut gabah yang dinilai tinggi karena rute jalan yang dilalui. 

“Kami ingin adanya jalan usaha tani pak Bupati. Mohon ada tindak lanjut agar kami dapat memangkas ongkos,” ungkapnya. 

Hal itu juga direspon baik oleh Bupati Gus Yani. Ia menjelaskan, bahwa Pemkab Gresik siap membangun JUT, asalkan wilayah desa sudah masuk wilayah LP2B (Lembaga Pertanian Pangan Berkelanjutan). 

“Kalau sudah masuk wilayaj LP2B, maka kami siap untuk membangun JUT,” respon Bupati Gus Yani. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gus Yani juga menyinggung sistem pengairan seperti embung yang ada saat ini perlu dilakukan normalisasi. Sebab kondisinya mengalami pendangkalan. 

“Kita minta Dinas Pekerjaan Umum untuk menyiapkan alat berat. Bila perlu kita lakukan pengadaan agar normalisasi embung dapat sesegera mungkin dilakukan. Tujuannya agar para petani tak kerepotan jika membutuhkan pasokan air saat musim panen ke dua, atau ketika memasuki musim kemarau,” tukasnya. 

Melalui kegiatan ‘Sapa Petani’, Bupati Gus Yani ingin agar sektor pertanian di Gresik mulai merangkak naik dan mampu mensejahterakan petani-petaninya.