Hadiri Pameran Produk Narapidana, Mahfud MD Angkat Topi

-

Berita Baru, Jakarta – Direktorat Jendral Lembaga Permasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI gelar pameran produk unggulan narapidana bertajuk “One Day, One Prison’s Product”. Acara yang digelar di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Senin (26/4) ini merupakan rangkaian acara menuju Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-57.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD mengaku bangga dan berharap pameran tersebut menjadi embrio bagi penggiat industri kreatif hasil binaan Lembaga Pemasyarakatan maupun Rumah Tahanan Negara di seluruh nusantara.

Menurut Mahfud, kegiatan itu juga diharapkan memberi kebermanfaatan serta menjadi modal berharga bagi para warga binaan sehingga mampu mendorong penciptaan dan pengembangan kegiatan ekonomi baru di masa mendatang.

“Saya angkat topi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menkumham beserta jajaran, para Menteri Kabinet Kerja dan seluruh mitra kerja yang terlibat dalam upaya peningkatan pemberdayaan narapidana,” ungkap Menkopolhukam Mahfud MD dalam sambutannya, dilansir dari laman resmi polkam.go.id, Senin (26/4).

Pemberdayaan masyarakat, termasuk narapidana, menurut Mahfud, sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang. Sebab, pandemi menjadi tantangan besar bagi seluruh dunia, bukan hanya dalam kesehatan, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.

“Kesulitan ekonomi menjadi salah satu penyebab utama munculnya tindak kriminal di berbagai daerah. Kesenjangan sosial, desakan kebutuhan, pemahaman budi luhur yang sudah mulai tergerus zaman, serta tingkat pendidikan yang rendah dapat menjadikan seseorang melanggar peraturan demi pemenuhan kebutuhan,” katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, pameran produk unggulan narapidana yang dilakukan Kemenkumham merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan pemulihan stabilitas perekonomian.

“Lapas sebagai pranata sosial harus mampu membentuk manusia-manusia mandiri sehingga ketika bebas mereka menjadi masyarakat yang siap berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional,” terang Mahfud.

Pria kelahiran Madura 1957 itu berharap adanya perubahan paradigma, LP harus diletakkan sebagai institusi yang lebih manusiawi serta mengedepankan prinsip-prinsip perbaikan, daripada sebagai lembaga pemidanaan yang destruktif.

“Kesan penampungan sampah masyarakat yang dulu dilekatkan pada Lembaga Pemasyarakatan harus ditranformasi menjadi institusi yang mampu menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketerampilan, dan memiliki produktifitas tinggi yang siap berkompetisi dalam persaingan global,” ujarnya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan, jangan sampai narapidana kembali menjadi residivis akibat tidak mampu atau tidak siap berkompetisi saat mereka kembali ke tengah masyaraka. Mengakhiri sambutannya, Mahfud MD menyatakan mendukung penuh kegiatan One Day, One Prison’s Product. (MKR)

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments