Hadapi Wabah Penyakit, Warga Tembing Gelar Selamatan Kampung

-

Berita Baru, Sumenep – Warga Kampung Tembing yang terdiri dari dua desa, yaitu Desa Batudinding dan Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Sumenep, Jawa Timur, mengadakan selamatan guna mencegah wabah penyakit yang belakangan melanda banyak masyarakat.

Acara selamatan Kampung itu bertempat di pemakaman umum yang teletak di perbatasan antara Desa Batudinding dan Banjar Barat. Istighasah serta tausyiah menjadi acara inti dalam selamatan tersebut.

Masyarakat setempat meyakini, wabah penyakit yang melanda banyak wilayah, khususnya warga timur daya pulau garam itu merupakan bentuk teguran untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagai perwakilan warga, Ustadz Abd. Raziq mengatakan dengan adanya istighasah bersama, warga Tembing berharap wabah penyakit yang sedang terjadi segera pulih.

“Selamatan Kampung dan istighasah ini merupakan bentuk tawassul kita, memohon kepada Allah SWT, karena situasi dan kondisi saat ini sedang diuji dengan beberapa hal, diantanya banyaknya masyarakat yang sakit dan meninggal dunia,” kata Abd. Raziq dalam sambutannya, Selasa (13/7).

Abd. Raziq menuturkan, tidak dapat dipungkiri belakangan banyak warga Kampung Tembing yang sakit. Menurutnya, selamatan dan istighasah merupakan bentuk ikhtiar batin selain ikhtiar lahir berupa aturan dari pemerintah melalui protokol kesehatan.

“Dalam rangka memohon kepada Allah SWT, yang sakit cepat sembuh dan yang sehat mendapat barokah. Dan semoga dengan istighasah bersama ini, seluruh masyarakat, warga Tembing khususnya, ke depan dapat diselamatkan dari berbagai macam musibah,” ujarnya.

Dalam Selamatan Kampung ini, warga Tembing memotong dua ekor kambing dari hasil sumbangan. Kemudian, dagingnya diolah dan dimakan bersama-bersama di tempat acara.

Dalam tausiahnya, K. Tirmidzi Mas’ud menyampaikan penyakit yang sedang melanda masyarakat saat ini, dalam istilah medis dinamai pandemi Covid-19 dan dalam Islam disebut wabah dan tha’un.

“Kalau dalam istilah medis, dinamai Corona, sementara agama memberi nama tha’un atau wabah. Yang pasti yang disebut wabah itu penyakit. Baik istilah medis atau pun agama sama-sama benarnya,” kata Tirmidzi.

Ia juga menegaskan, keputusan pemerintah berupa penyekatan dan berbagai kebijakan menghadapi pandemi Covid-19 merupakan bentuk iktiar lahiriyah. Sementara selamatan dan istighasah, lanjutnya, adalah ikhtiar batin kita sebagai umat yang beragama Islam.

“Semoga dijadikan sebab oleh Allah SWT, alam semakin terang. Kita tambah tidak cemas dan depresi serta tidak terus-menurus merasa ketakutan karena setiap hari dihadapkan dengan kabar kematian dan korban Covid-19,” tukas Tirmidzi.

Berita Terkait :  Terseret Banjir Kali Lamong, Jasad Nafisa Ditemukan di Kedalaman Air 1,5 Meter

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Bulan Ramadhan, Siswa Sespimmen Polri XLI Santuni Anak Yatim di Gresik

TERBARU