Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Dok. Istimewa)

Gus Yahya: Keputusan Rais Aam PBNU Kiai Miftahul Akhyar Sudah Final

Berita Baru, Jakarta – Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menegaskan keputusan Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar untuk mundur dari posisi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah final.

“Sampai hari ini Rais Aam itu masih menyatakan itu keputusan final dari pihak beliau dan beliau tidak ingin mengubah keputusan itu,” kata Gus Yahya kepada wartawan di kantor PBNU, Selasa (15/3).

Pernyataan itu ia ungkapkan menanggapi sikap MUI yang sampai sekarang belum menyetujui permintaan mundur Kyai Miftah. “Saya tidak tahu bagaimana mekanismenya di MUI. Kita persilakan saja,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kiai Miftahul Akhyar beralasan, pengunduran dirinya dari kursi Ketum MUI karena amanah forum ahlul halli wal aqdi (Ahwa) dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung, Desember 2021, agar tidak merangkap jabatan.

Forum Ahwa merupakan musyawarah kiai sepuh NU untuk memilih Rais Aam PBNU. Ketika terpilih sebagai Rais Aam PBNU pada Muktamar Lampung, kiai Miftahul sudah menjalani tahun keduanya mengemban jabatan pucuk MUI.

Sementara itu, MUI disebut belum dapat menerima permintaan pengunduran diri itu karena masih perlu mencari figur seperti Miftachul Akhyar yang dianggap sanggup mempersatukan semua kalangan.

Selain itu, sebelum-sebelumnya, Rais Aam PBNU seperti Sahal Mahfudz dan Ma’ruf Amin juga punya rekam jejak rangkap jabatan sebagai Ketum MUI dan tidak ada masalah dengan hal itu.

Gus Yahya menyerahkan sepenuhnya kepada kiai Miftachul. “Ya itu hak beliau. Kita mempersilahkan kepada beliau. Di muktamar saya dengar rapat Ahwa itu meminta agar kiai Miftahul mundur dari rangkap jabatan. Dan sudah beliau laksanakan,” kata dia

“Dan kami semua mendukung, PBNU mendukung keputusan beliau. Karena kami yakin Rais Aam punya pertimbangan-pertimbangan matang,” ujar Gus Yahya.