Berita

 Network

 Partner

Gus Halim
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meninjau usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (19/11). (Foto: Novri/Kemendes PDTT)

Gus Halim: Model Usaha BUM Desa yang Sukses Boleh Diduplikasi

Berita Baru, Jakarta – Kemendes PDTT terus mendorong peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Model-model pengelolaan usaha yang sukses di satu BUM Desa bisa diduplikasi untuk dikembangkan di wilayah lain.

Demikiran yang diungkap Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar saat meninjau usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (19/11).

“Peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, bussines model-nya sudah bagus,” kata Mendes Abdul Halim Iskandar dalam keterangan persnya.

“Dari sisi produksi dan pemasaran juga terencana dengan baik sehingga bisa diduplikasi di BUM Desa yang mempunyai unit usaha sejenis,” imbuh pria yang akrab sapa Gus Halim itu.

Menurutnya, peternakan ayam petelur BUM Desa Sedulang Jaya akan membantu dalam memperkuat ketahanan pangan hewani di Belitung Timur yang juga dikenal sebagai Negeri Laskar Pelangi.

Di samping itu, pengembangan usaha peternakan telur juga akan membantu warga memperoleh telur ayam dengan kondisi segar. Dengan begitu, kebutuhan gizi masyarakat setempat dapat terpenuhi dengan baik.

“Produksi peternakan telur ini membuat telur yang dikonsumsi masyarakat Belitung Timur masih segar, dibandingkan harus mendatangkan telur dari luar daerah. Penting ini,” ujarnya.

Ternak yang dikembangkan BUM Desa Sedulang Jaya berhasil memproduksi lebih dari 3.000 butir telur per hari dan menyuplai sebagian kebutuhan telur ayam di Kabupaten Belitung Timur.

Gus Halim berharap keberhasilan peternakan itu dapat ditularkan ke BUM Desa lain untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat desa.

Ketua DPW PKB Jawa Timur itu juga mengajak BUMDes di seluruh Indoneisa untuk tidak segan-segan menduplikasi model usaha dari BUM Desa yang telah sukses.

Di samping itu, Gus Halim mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan produk lokal yang ada di desa. Membeli produk lokal penting dilakukan untuk membantu proses percepatan pemulihan ekonomi di desa dan daerah.

“Telur ayam dari luar banyak, tapi kalau masih ada dari lokal, ambil dari lokal untuk percepatan ekonomi di daerah. Kalau bisa duit itu jangan sampai keluar daerah, bahkan kalau bisa justru masuk, tapi jangan keluar,” imbau Menteri.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Lalang Jaya, Artono, menuturkan bahwa usaha peternakan BUM Desa Sedulang Jaya yang baru dikelola sekitar dua tahun terakhir ini bermodal awal dari dana desa.

Tak hanya peternakan, lanjutnya, BUM Desa Sedulang Jaya juga memiliki unit usaha di sektor lain, yakni pertokoan dan perkebunan hortikultura seperti sayuran dan cabai.

“Kami membaca potensi peternakan ayam petelur di Belitung Timur cukup luar biasa. Karena pasokan telur masih kurang. Apalagi Desa Lalang Jaya letaknya di tengah kota (Kecamatan) Manggar, sangat strategis,” jelasnya.

Pengembangan usaha BUM Desa tak hanya berhasil membuka peluang kerja bagi sejumlah warga di desa ini, namun juga berdampak pada peningkatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurut Artono, tak sedikit warga desa setempat yang menjadi reseller telur ayam produksi BUM Desa Sedulang Jaya. “Harga telur yang kami jual cukup murah karena memang punya desa. Yang penting ekonomi masyarakat meningkat,” tukasnya.

Berita Terkait :  Presiden Sebut Perguruan Tinggi yang Sudah Tua Segera Lakukan Peremajaan Kurikulum