Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melaksanakan kunjungan kerja dalam acara gelar pembacaan dan pendataan SDGs Desa di Kelurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul pada Rabu (27/4). (Foto : Angga/Kemendes PDTT)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melaksanakan kunjungan kerja dalam acara gelar pembacaan dan pendataan SDGs Desa di Kelurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul pada Rabu (27/4). (Foto : Angga/Kemendes PDTT)

Gus Halim: Data SDGs Desa Penentuan Arah Pembangunan Desa



Berita Baru, Bantul – Data desa berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dapat dijadikan landasan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan desa serta instrumen penting demi ketepatan penggunaan dana desa. Dengan data yang valid, lengkap serta selalu update, pemerintah desa dapat melihat lebih detail permasalahan dan potensi desa.

Hal ini disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam kunjungan kerja, gelar pembacaan dan pendataan SDGs Desa Kelurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Rabu (27/4).

“Membangun Indonesia dari pinggiran salah satu wujudnya ya seperti hari ini. Semua hal terdata, terbaca, tertangani dalam konteks lokal. Ini yang kita maksud SDGs desa adalah menyikapi kondisi yang akhir-akhir ini ditarik secara global. Kalau kita tidak siap maka kita akan mudah tergerus oleh situasi yang sangat tidak menentu hari ini,” kata Mendes Abdul Halim Iskandar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (28/4).

Ia menjelaskan, SDGs Desa memang disusun sebagai instrumen dalam pembangunan di Indonesia. Menjadi turunan dari SDGs Global, data yang diperoleh dengan berpedoman pada 222 indikator ini dijamin valid dan terupdate setiap waktunya.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu juga menyebut, data desa berbasis SDGs Desa bersifat mikro dan bisa dimanfaatkan seluruh stakeholder terkait mulai dari pusat hingga desa. Meski demikian, kerahasiaan setiap data selalu terjaga dan hanya bisa diakses secara langsung oleh pihak tertentu dalam hal ini kepala desa dan sekretaris desa.

“Semua bisa memanfaatkan data untuk kepentingan pembangunan. Tapi tetap ada hak istimewa dari warga yaitu nama dan alamat masing-masing warga yang miskin ekstrim hanya bisa dibuka oleh kades dan sekdes. Data SDGs desa dari desa, oleh desa, untuk desa,” tegas Gus Menteri.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Mantuk, Marsudi mengakui data desa berbasis SDGs Desa mampu menjadi landasan dalam membangun desa bahkan potensi serta masalah yang ada.

“Dengan aplikasi pendataan SDGs ini kami sangat mengerti persis kondisi masyarakat. Disitu kami juga menjadikannya sebagai penentu arah kebijakan kami,” kata Lurah Muntuk Marsudi. 

Dalam Acara tersebut dipaparkan hasil pendataan SDGs Desa kalurahan Muntuk yang telah mencapai 49,71 persen dari 18 tujuan SDGs Desa.  Diketahui, pemutakhiran data desa berbasis SDGs Desa terus dilakukan salah satunya   pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) yang lebih detail.

Hal ini dikarenakan terdapat pendalaman data-data pada level RT, keluarga, dan warga sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak sebagai proses perbaikan data

Hadir mendampingi kunjungan kerja Gus Halim, Advisor Menteri Yoyon Suryono, Kepala Badan Pengembangan Informasi Ivanovich Agusta, Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Agus Kuncoro, dan Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Helmiati.

Hadir pula Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Badan Permusyawaratan Kelurahan Muntuk, tokoh masyarakat, pendata SDGs Desa, dan pendamping desa untuk mengikuti acara gelar pembacaan dan pendataan SDGs Desa tersebut.