Gus AMI Punya Peluang Dukungan Besar dari GenZ

-

Berita Baru, Jakarta – Direktur Lembaga Riset dan Advokasi Lanskap Agung Wasana mengatakan bahwa A. Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Gus AMI mempunyai peluang dukungan yang besar dari generasi muda sekarang atau disebut GenZ untuk mencalonkan diri menjadi Presiden.

“Genz juga tidak kalah menarik untuk kita perhatikan. Sebab mereka jumlahnya amat besar. Jumlah mereka mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen. Dengan jumlah yang sangat besar pengaruhnya terhadap kemenangan seorang capres pada pemilu 2024 juga sangat besar,” ujar Agung saat menjadi pemateri di Ngobrol Santai Ramadan yang digelar Institute Kebangsaan, Sabtu (1/5).

Menurut Agung, dukungan terhadap GenZ akan sangat berpengaruh terhadap kemenangan seorang kandidat calon presiden. Kalau menggunakan parameter capaian kinerja dan legacy pasti GenZ belum memiliki. Karena itu yang dibutuhkan oleh GenZ adalah dukungan dan kesempatan. Seorang pemimpin yang dapat memberikan apresiasi terhadap  posisi dan potensi GenZ  akan mendapatkan dukungan dari mereka.

“Gus Ami memiliki posisi politik yang unik. Sebab menjadi Ketua umum partai politik sekaligus wakil Ketua DPR RI bidang koordinator Kesejahteran Rakyat.  Konsistensi Gus Ami dalam memperjuangkan pendidikan murah dan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup bisa menjadi modal besar mendapatkan dukungan dari GenZ. Gus Ami juga tercatat sebagai Ketum Partai Politik pertama yang datang di Acara Conferenc of Parties (COP 25) 2 tahun lalu di Madrid. Forum tertinggi perubahan iklim dunia. Ini menandakan komitmen yang kuat terhadap isu isu Lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Inilah posisi unik dan kesempatan yang sangat terbuka untuk Gus Ami,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Alvara Institue Hasanuddin Ali mengatakan generasi milenial Indonesia akan menjadi populasi terbesar saat indonesia memasuki usia emas 2045.

“Potensi suara mereka yang sangat besar selalu menarik jika dikaitkan dengan Pilpres 2024. Kita akui sekalipun pilpres masih lama, 3 tahun lagi, namun semua hiruk pikuk hari ini pasti terkait dengan Pilpres 2024,” kata Hasanuddin.

Pada tahun 2024, menurut Hasanuddin separuh lebih pemilih adalah gabungan generasi milenial dan GenZ.

 “Tidak muda mendapatkan perhatian dari milenial. Mereka cenderung apatis namun juga mereka sebenarnya memperhatikan kondisi politik. Suara milenial juga susah ditebak, sebab mereka seringkali baru memutuskan dihari hari terakahir menjelang pencoblosan. Yang penting tidak dimusuhi anak anak milenial. Sekali mendapatkan atensi dan perhatian, maka peluang mendapatkan suara dari pemilih milenial akan besar. Berteman bergaul dengan milenial adalah kunci. 4 hal diatas adalah isu yang  banyak diperbincangkan anak anak milenial. Maka jika seorang capres hadir  dalam tema perbincangan diatas, maka otomatis seorang capres akan mulai dikenal dikalangan milenial,” katanya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments