Guru Besar UIN Jakarta Prof. Oman Tanggapi “Ngeblur Wajah Perempuan”

Blur Foto Perempuan
Sampel foto perempuan yang di blur di akun media sosial UKM PTN di Yogyakarta (Foto:Istimewa)

Berita Baru, Jakarta – Foto perempuan yang di blur di media sosial UKM perguruan tinggi negeri di Yogyakarta menjadi viral. Pasalnya, tindakan yang menurut pelaku untuk melindungi kehormatan perempuan itu justru menuai polemik.

Menanggapi hal ini, Prof. Oman Fathurrahman Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah melalui akun instragram pribadinya mengatakan ‘ngeblur’ foto wajah perempuan tersebut bukanlah persoalan sepele. Katanya, itu tidak hanya yang tampak di permukaan saja.

“Disadari atau tidak, di dalamnya ada ideologi menyamarkan peran perempuan, apapun alasannya,” tulis Prof. Oman.

Lebih lanjut, Prof. Oman menjelaskan pada abad 19 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ada Kitab Parukunan karya seorang perempuan yang cerdas. Ia adalah Fatimah, cucu Syekh Arsyad Al-Banjari. Namun, nama dari penulis kitab tersebut disamarkan, bahkan dihilangkan.

“Pengarang yg terkenal atas karya itu Jamaluddin, pamannya sendiri, makanya dikenal sebagai Kitab Parukunan Jamaluddin. Dunia fikih abad 19 memang masihh sangat patriarkis, seolah perempuan tak berhak menjadi cendekia,” ujarnya.

Prof. Oman menjelaskan bahwa Kitab Parukunan yang sangat populer di Nusantara tersebut merupakan karya dari seorang perempuan yang memiliki tingkat otoritas keagamaan yang tinggi. Yang kemudian kitab itu diperluas menjadi ‘Parukunan Besar’ oleh H. Abdur Rasyid Banjar.

Dari contoh budaya pengekangan kontribusi perempuan dalam khazanah keilmuan tersebut, Prof. Oman menghimbau agar hal ini tidak semakin besar dan berkelanjutan. Karena hal ini dapat mengakibatkan penghilangan eksistensi perempuan.

Berita Terkait :  Bojonegoro Dorong Penguatan Pengarusutamaan Gender

“Ngeblur wajah perempuan, tak perlu lah, Lur!,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan