Berita

 Network

 Partner

Gunung Merapi Kembali Alami Guguran Lava

Gunung Merapi Kembali Alami Guguran Lava

Berita Baru, Jakarta – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) malam ini kembali mengalami fenomena guguran lava pijar.

“Merapi malam ini, dari berbagai sudut. 8 September 2021 pukul 22. Semoga mandali,” tulis Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) dalam akun Intagram resminya, Rabu (8/9).

Dalam unggahannya, BTNGM juga mengupload beberapa foto fenomena guguran tersebut dari berbagai sudut.

Gunung Merapi Kembali Alami Guguran Lava
Foto: Sarjio (sisi barat)
Gunung Merapi Kembali Alami Guguran Lava
Foto: Sumo (Cangkringan)
Gunung Merapi Kembali Alami Guguran Lava
Foto: Linnawidha (Kaliurang Barat, Pakem)

Dikutip dari tirto.id, pada hari, Rabu (8/9) berdasarkan pengamatan pukul 06.00-12.00 telah mengalami 38 kali gempa guguran, 19 kali gempa hembusan dan 7 kali gempa low frequency.

Dilaporkan laman magma.esdm.go.id, berdasarkan pengamatan visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Sampai saat ini, Gunung Merapi masih berstatus siaga level 3. Berikut adalah kondisi terkini Gunung Merapi berdasarkan periode pengamatan Rabu, 8 September 2021 pukul 06.00-12.00:

Aktivitas Gunung Merapi
Gunung Api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual
Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut.

Klimatologi
Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 21-29°C. Kelembaban 59-72%. Tekanan udara 628.5-708.7 mmHg.

Pengamatan Gempa
1. 38 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-17 mm dan lama gempa 22-118 detik.
2. 19 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 10.7-16 detik.
3. 7 kali gempa low frequency dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 9.6-11.7 detik.

Rekomendasi
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.