Gunakan Hak Veto, Trump Blokir Penjualan Senjata ke Arab Saudi

-

Beritabaru.co, Internasional – Presiden AS Donald Trump, pada Rabu (24/07) telah memveto tiga resolusi kongres untuk memblokir penjualan senjata senilai Rp113 triliun ke sekutu termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang terlibat dalam perang yang menghancurkan di Yaman.

“Resolusi itu akan melemahkan daya saing global Amerika dan merusak hubungannya dengan sekutu,” Ungkap Trump dalam surat yang ditunjukkan kepada Senat, untuk mengungkapkan alasannya memveto resolusi itu.

Menanggapi veto Trump, Senat akan menggelar pemungutan suara dalam beberapa hari mendatang guna memutuskan apakah veto itu harus dilawan balik, kata Pemimpin Fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell.

Berita Terkait :  Inggris Kini Resmi Keluar dari Uni Eropa

Langkah pemblokiran itu diambil sebagai sentilan bagi Trump, dimana pada Mei lalu dia mengambil langkah luar biasa dengan melewati Kongres untuk menyetujui penjualan senjata. Saat itu pemerintahan Trump menyatakan jika Iran merupakan ancaman bagi stabilitas Timur Tengah.

Berita Terkait :  Bakteri Usus Sebagai Salah Satu Penentu Usia Panjang Pada Lansia

Kongres AS dapat membatalkan veto Trump melalui pemungutan suara yang harus mendapatkan dukungan lebih dari dua pertiga parlemen. Penolakan penjualan senjata ini mulai digaungkan sejak akhir tahun lalu, ketika Trump dianggap terlalu lembek terhadap Saudi ketika kasus pembunuhan Jamal Khashoggi mencuat.

Badan Intelijen Pusat A.S. (CIA) dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), memerintahkan langsung jurnalis pengkritik kerajaan tersebut.

Berita Terkait :  Gelombang Penindasan Baru Uganda: Ratusan Aktivis Oposisi Ditangkap dan Satu Tewas

Namun, Trump menampik laporan tersebut. Banyak pihak di AS menganggap Trump tak mau bersikap terlalu keras terhadap Arab Saudi demi menyelamatkan bisnis.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber  : BBC
Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Trump Tunda Rencana Pemberlakuan Tarif untuk China

TERBARU

Facebook Comments